“Berserah pada Tuhan”: Renungan, Jumat 8 Februari 2022

0
1718

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)

Yer. 20:10-13; Mzm. 18: 2-3a, 3b-4, 5-6,7; Yoh. 10: 31-42.

Kita tentu pernah mendengar sebuah cerita tentang Daud melawan Goliat, di mana Goliat dikalahkan olehnya hanya dengan sebuah batu. Meskipun badannya kecil tapi ia dengan gagah berani melawan Goliat dan mengalahkannya. Sesungguhnya apa yang membuat Daud berani untuk melawan Goliat padahal tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Goliat? Tentu, karena ia tahu dan percaya bahwa Allah menyertainya. Ia Menyerahkan diri kepada Allah dan senantiasa memohon pertolongan Allah, sehingga dia yakin bahwa dia dapat mengalahkan Goliat, walau hanya dengan sebuah ketapel batu yang dibawanya.

Bacaan-bacaan hari ini sesungguhnya mau berbicara tentang bagaimana Allah selalu menyertai umat yang dikasihi-Nya. Kasih Allah senantiasa menyertai setiap orang yang percaya dan berserah kepada-Nya. Dalam bacaan dari kitab Yeremia dikisahkan bagaimana orang-orang yang berusaha menjatuhkan Yeremia. Namun, Yeremia menyerahkan perkara itu kepada Allah yang ia percaya. Ia berdoa kepada Allah dan Allah senantiasa menolong Yeremia sehingga setiap orang yang mengincar dan berusaha menjatuhkannya malah jatuh sendiri. Penyerahan diri Yeremia menggerakkan hati Allah untuk menolongnya.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus hendak dilempari batu oleh orang-orang Yahudi. Mereka menganggap bahwa Yesus telah menghujat Allah karena mengaku diri sebagai Anak Allah. Pengakuan diri Yesus sebagai Anak Allah tidak dapat mereka terima. Mereka menganggap itu sebagai tindakan menghujat Allah. Namun, setelah Yesus menyatakan apa yang tertulis dalam Kitab Taurat tentang Ia yang diutus oleh Allah untuk mengerjakan pekerjaan Allah. Pada akhirnya orang-orang Farisi tetap berusaha menangkap Yesus tetapi Ia luput dari mereka.

Yesus seringkali berhadapan dengan situasi dimana orang berusaha menangkap-Nya. Namun, apakah Ia selalu luput dari mereka? Semua karena Allah senantiasa menyertai Dia. Allah tidak pernah membiarkan Yesus jatuh ke tangan orang jahat sampai pada waktu yang ditentukan. Hal ini juga menjadi bukti kasih Allah yang senantiasa menyelamatkan dan menolong orang-orang yang percaya dan berserah diri kepada-Nya untuk dapat luput dari rencana dan keinginan jahat musuh-musuh mereka.

Kita pun diajak untuk berserah diri kepada Allah. Kita diminta untuk percaya seutuhnya pada penyelenggaraan Allah yang tak pernah membiarkan orang yang berteduh dan berserah kepada-Nya untuk jatuh pada keinginan orang jahat. Masa prapaskah ini kiranya menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk membangun sikap tobat, mendekatkan diri kepada Allah dan mohon penyertaan-Nya.

(Fr. Ferdinan C. Ogi)

“Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa…” (Yer. 20:11b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berkatilah dan bantulah kami agar dapat menyerahkan diri kami sepenuhnya kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini