“Kebenaran Hidup Dalam Kristus Menyelamatkan Orang Percaya”: Renungan, Jumat 1 April 2022

0
1771

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

 Keb. 2:1a,12-22; Mzm. 34:17-18,19-20,21,23; Yoh. 7:1-2,10,25-30.

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita temukan berbagai tipe hidup manusia. Sebagai contoh pertama, ada tipe hidup manusia yang percaya pada kebenaran di dalam Kristus serta menjadikannya sebagai pedoman hidup setiap hari. Tipe kedua ialah ketika manusia tertentu yang dalam hidupnya merasa terpuaskan ketika mereka melihat kebaikan orang lain sebagai bahan olol-olok atau ejekan. Tanpa kita sadari bahwa terkadang kita bisa saja terperangkap dalam tipe manusia yang kedua di mana orang lain dapat kita jadikan sebagai bahan ejekan ketika mereka melakukan perbuatan baik.

Saudara terkasih, bacaan pertama berbicara mengenai pandangan hidup orang fasik yang keliru. Kekeliruan yang ditampilkan dalam gaya hidup orang fasik dan tanggapan-tanggapan mereka mengenai orang benar yang hidup di dalam Allah adalah gaya hidup manusia dalam contoh kedua di atas. Mereka selalu membuat pelanggaran dan selalu mempersalahkan orang-orang benar. Perbuatan ini berpuncak pada penghinaan dan olok-olokan kepada orang yang percaya kepada Allah. Kita sering berperilaku demikian. Tidak menginginkan hal yang baik mempengaruhi hidup kita. Dalam masa Prapaskah ini, hendaknya kita sadari bahwa perbuatan yang demikian adalah salah satu contoh penolakan terhadap Allah. Oleh sebab itu, jangan biarkan diri kita terbawah di dalam cara pandang orang fasik terhadap kebenaran Allah yang ditampilkan oleh sesama kita.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang perjalanan Yesus ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun serta pertentangan banyak orang mengenai asal-Nya. Pada awalnya Yesus ingin tetap tinggal di Yudea sebab ada banyak orang yang hendak berencana untuk membunuh Dia. Namun Yesus mengikuti saudara-saudara-Nya dan pergi ke Yerusalem. Sesampainya di sana, banyak orang yang bertanya-tanya mengenai orang-orang di sekitar Yesus yang ingin membunuh Dia. Tetapi yang terpenting dan mestinya kita ketahui bahwa Dia yang sedang mengajar Bait Allah itu adalah Kristus dengan segala kebenaran yang Ia ajarkan serta yang Ia tunjukan. Yesus dengan tidak gentar di hadapan banyak orang serta para lawan-Nya mengungkapkan asal-Nya. Hal ini  hendak menegaskan kepada kita yang percaya kepada-Nya untuk tetap berpegang teguh terhadap kebenaran di dalam Dia. Memang dalam hidup kita sering menemukan banyak orang yang menggambarkan cara hidup orang fasik. Namun, Yesus tampil sebagai figur yang selalu tegar dalam memperjuangkan kebenaran. Oleh sebab itu, masa Prapaskah ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyadari kebenaran yang Yesus tampilkan dan sekiranya kebenaran itu dapat kita jadikan sebagai cara pandang dan cara bertindak kita.

Saudara-saudari terkasih. Bacaan pertama dan bacaan Injil telah mengantar kita pada pada dua bentuk cara hidup yakni cara hidup orang fasik dan cara hidup Yesus. Dalam hidup setiap hari, terkadang kita menampilkan sikap hidup seperti orang fasik. Selalu mencela lawan yakni mereka yang berbuat baik. Kehadiran Yesus hendak menyadarkan kita untuk tidak bersikap seperti orang fasik. Hal lain yang ingin ditekankan Yesus ialah jangan pernah takut dan gentar dalam mempertahankan kebenaran di dalam Dia. Sebab Dia yang kita kenal dan kita imani berasal dari Allah. Allah adalah sumber kebenaran yang ulung dan baiklah kita yang telah mengenal Dia, tetap percaya dan melaksanakan segala ketetapan-Nya.Rahmat Allah menolong kita. Amin

(Fr. Angky Rahayaan)

“Waktu Yesus mengajar di bait Allah, Ia berseru: Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.” (Yoh. 7:28)

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami untuk mengenal Dikau dan Kebenaran-Mu serta kuatkanlah kami untuk melalukan kebenaran dan setia pada ketetapan-Mu dalam hidup kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini