“Maria Sebagai Teladan”: Renungan, Rabu 8 Desember 2021

0
1974

SP Maria Dikandung Tanpa Noda (P)

Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38.

Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Ini merupakan salah satu dogma Gereja tentang Maria. Dogma ini merupakan ajaran iman yang diberikan oleh Tuhan, Yesus Kristus, dilanjutkan oleh para Rasul dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh kita semua umat beriman. Oleh karena itu, beberapa pesan yang bisa kita ambil dalam perayaan ini:

Pertama, Allah yang selalu cinta pada manusia. Manusia pertama telah jatuh dalam dosa. Dalam  keberdosaan tersebut, Allah tidak tinggal diam. Ia tetap menjalankan rencana-Nya yakni menyelamatkan umat manusia. Hal ini terjadi karena Allah selalu mencintai manusia dalam keadaan apapun. Oleh karena itu, bukti cinta kita pada Allah adalah setia dan taat pada-Nya. Seperti Maria adalah pribadi yang setia dan taat pada Allah, sehingga ia dikaruniai sebagai yang kudus tanpa noda dosa.

Kedua, dalam Kristus Allah menyelamatkan manusia. Maria mengandung Kristus yang adalah Putra Allah, Sang Mesias. Dia diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dalam karya penyelamatan-Nya, Yesus rela menderita, wafat dan bangkit. Oleh karena itu, kita semua haruslah selalu hidup dalam Dia karena dalam Dia kita mendapatkan bagian yang dijanjikan Allah yakni menerima bagian yang sesuai dengan maksud Allah.

Ketiga, ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Maria adalah Hawa baru yang menunjukkan sikap taat kepada Allah. Hawa yang lama telah menunjukkan ketidaktaatan pada Allah sehingga membawa dia jatuh dalam dosa. Tetapi Maria yang adalah Hawa Baru menunjukkan sikap taat kepada Allah. Melalui kabar malaikat, Maria akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yakni Yesus. Ketaatan Maria nyata juga lewat perkataannya, “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”. Ketaatan Maria berlanjut ketika menemani Yesus sampai Yesus wafat di salib. Kita juga diajak untuk menjadi pribadi-pribadi yang selalu taat. Taat pada Tuhan dan taat pada apa yang telah menjadi aturan dalam hidup.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai anggota Gereja bisa melihat Maria sebagai teladan. Kita harus berjuang mengalahkan bujukan setan setiap hari dengan mengandalkan kekuatan Roh Kudus.

(Fr. Dkn. Jito Sanggale)

“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu itu” (Luk. 1:38).

Marilah berdoa:

Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhMu Yesus. Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini