“Hidup seturut perkataan Sang Mahabenar” : Renungan, Kamis 2 Desember 2021

0
1865

Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.

Umat Allah  yang terkasih, kita cenderung suka melaksanakan perkataan orang yang kita cap sebagai baik dan dapat dipercaya. Sedangkan kita enggan untuk melaksanakan perkataan orang yang kita cap kurang/tidak dapat dipercaya. Kalau orangtua kita menyuruh kita melakukan sesuatu pasti kita akan turuti. Tetapi kalau seorang yang tidak kita kenal atau yang tidak kita percayai menyuruh kita, pasti kita enggan untuk melakukan apa yang disuruhnya.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa tidak cukup hanya menyerukan nama Allah (sekedar berdoa dengan kata-kata manis) dan mendengarkan firman-Nya saja, melainkan harus menghidupi dan melaksanakannya dalam keseharian kita. Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 7:21).

Selanjutnya, Yesus menyebut mereka yang melaksanakan perkataan-Nya sebagai bijaksana layaknya orang yang mendirikan rumahnya di atas batu. Sedangkan mereka yang tidak melaksanakan perkataan-Nya sebagai bodoh layaknya orang yang membangun rumah di atas pasir.

Batu di sini bisa kita maknai sebagai pribadi Yesus sendiri, di mana Dia adalah dasar yang kokoh dan kuat. Maksudnya perkataan-perkataan Yesus itu sungguh kredibel, dapat dipercaya sebab Dialah Sang Mahabenar. Apa yang Ia sampaikan adalah sungguh-sungguh kebenaran yang seharusnya kita dengarkan, percayai, dan laksanakan sebab mendatangkan keselamatan. Persoalannya sekarang ialah: apakah kita mau mendengarkan dan menuruti perkataan  Sang Mahabenar atau tidak? Jangan-jangan kita malah memilih untuk menuruti perkataan-perkataan yang berasal dari sumber yang tak kredibel atau yang disimbolkan Yesus dengan dasar pasir (Lih. Mat. 7:26).

Dalam bacaan pertama, nabi Yesaya juga mengingatkan bahwa Tuhan adalah gunung batu yang kekal karenanya kita harus memercayai-Nya (Bdk.Yes.26:4). Apabila kita percaya kepada-Nya dengan hati yang teguh maka Ia akan menjaga kita dengan damai sejahtera (Bdk.Yes.26:3). Pemazmur juga menyebutkan bahwa: Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung kepada Tuhan daripada percaya kepada bangsawan (lih. Mzm.118:8-9). Karenanya, marilah kita bersama-sama mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah yang disampaikan melalui para utusan-Nya, terlebih khusus Yesus Putra-Nya yang melalui peristiwa inkarnasi menjadi sama seperti kita dalam segala hal kecuali dalam hal dosa.

 (Fr. Antonius Braien El)

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 7:21).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantu aku untuk mampu melaksanakan perkataan-Mu dalam hidupku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini