Pesta St. Andreas Rasul (M). E Kem PrefRas.
Rom. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat.4:18-22.
Kemajuan teknologi informasi saat ini membuat kita dapat dengan mudah mengakses beragam informasi. Secara umum kita dapat mengklasifikasikan informasi-informasi itu dalam dua kelompok besar. Pertama, kelompok informasi yang benar dan kredibel. Kedua, kelompok informasi bohong atau yang istilah trendinya hoaks. Realitas demikian menuntut kita agar bisa menjadi pendengar yang baik dan bijak agar tidak terjebak dalam kubangan hoaks.
Saudara-saudari sekalian, hari ini Gereja merayakan pesta St. Andreas Rasul. Ia adalah seorang pewarta Kerajaan Allah yang dipilih langsung oleh Yesus. Dikisahkan dalam Injil hari ini Yesus memanggil murid-murid yang pertama, termasuk Andreas. Itu merupakan peristiwa yang luar biasa sebab ketika mereka sedang menebarkan jala di danau dan mendengar panggilan dari Yesus, tanpa ragu dan pikir panjang mereka langsung meninggalkan pekerjaan itu lalu mengikuti Yesus. Mengapa mereka dengan segera mengikuti Yesus tanpa berpikir lebih dahulu untuk mengambil keputusan yang akan sangat menentukan kelangsungan hidup mereka? Jawabannya sederhana yakni karena mereka telah mendengarkan kabar tentang-Nya. Mereka tahu siapa Dia dan percaya bahwa ketika mereka mengikuti-Nya ada jaminan yang mereka dapatkan.
Ini mungkin akan berbeda jika kita yang dipanggil waktu itu. Ada keraguan bahwa kita akan langsung mengikuti-Nya. Sebab sebagai manusia biasa kita pasti menuntut bukti atau jaminan agar percaya lantas mau mengikuti-Nya. Namun, hal berbeda terjadi dengan Andreas dan tiga murid yang lain. Mereka tidak segan-segan untuk mengikuti Yesus.
St. Paulus kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran tentang firman Kristus. Ke empat murid yang berada di danau itu ketika mendengar panggilan Yesus, langsung percaya kepada-Nya dan mengikuti-Nya dalam mewartakan Kerajaan Allah. Sehingga mereka layak disebut pendengar yang bijaksana. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang yang belum percaya kepada Yesus. Padahal pemberitaan tentang-Nya telah diperdengarkan ke seluruh dunia sejak ± 2021 tahun lalu oleh para pengikut-Nya.
Santo Andreas termasuk dalam golongan orang yang mendengar dengan bijaksana. Semoga teladan hidup dari St. Andreas meneguhkan iman kita sebagai umat kristiani di zaman ini sehingga tidak terbuai oleh berita atau informasi hoaks tetapi menjadi pendengar yang bijaksana dan percaya kepada Kristus yang memberikan jaminan keselamatan kepada kita.
(Fr. Yohenes Berechmans Lury)
“Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19).
Marilah berdoa:
Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi pendengar yang bijaksana seperti St. Andreas. Amin











