“Ketaatan Membawa Kebahagiaan”: Renungan, Senin 15 November 2021

0
1652

Per. Albertus Agung (H)        

1 Mak.1:10-15,41-43,54-57,62-64: Mazm 119: 53, 61, 134, 150, 155, 158; Luk 18: 35-43.

Ketaatan merupakan salah satu hal yang gampang untuk dikatakan tetapi sulit untuk dilakukan. Kebanyakan dari kita kurang dalam hal ketaatan. Hal inilah yang membuat kita sering kehilangan arah yang benar dalam hidup kita sehari-hari.

Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini menuntun kita untuk memelihara ketaatan, terlebih ketaatan kepada Tuhan. Injil hari ini mengisahkan suatu kisah penyembuhan yang Yesus lakukan terhadap seorang buta di dekat Yerikho. Ketika mendengar bahwa Yesus sedang lewat, orang buta itu langsung berteriak-teriak memohon belas kasihan dari Yesus. Meskipun ia sendiri ditegur oleh orang-orang sekitarnya, tetapi ia tidak berhenti dan malah berteriak lebih kencang. Teriakan orang buta ini merupakan suatu sikap pantang menyerah. Ia dengan penuh keyakinan dan kepercayaan berseru kepada Tuhan untuk mendapatkan penyembuhan. Dengan usahanya itu, pada akhirnya Yesus pun datang dan menyembuhkan matanya yang buta itu.

Apa yang diperbuat oleh orang buta dalam bacaan Injil tersebut mengisyaratkan kepada kita untuk senantiasa taat kepada Tuhan. Hendaknya kita sama seperti beberapa orang taat yang disebutkan dalam bacaan pertama. Mereka lebih memilih untuk mati daripada harus memakan apa yang haram. Hal ini mengungkapkan betapa besar ketaatan mereka kepada Allah yang telah membuat perjanjian dengan mereka. Ketaatan mereka terhadap perjanjian Allah inilah yang harus dicontohi oleh kita semua.

Ketaatan dalam sejarah manusia merupakan sesuatu hal yang amat penting. Mulai dari kisah Kitab Suci Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, ketaatan menjadi hal yang diinginkan Allah untuk dimiliki oleh manusia. Allah ingin agar kita tetap taat kepadanya dan mematuhi setiap perintah-Nya. Namun, sering terjadi bahwa hal itu tidak dilakukan oleh manusia. Banyak kali manusia tidak taat dan suka membelot kepada Allah. Hal inilah yang pada akhirnya membawa malapetaka bagi manusia itu sendiri.

Satu-satunya hal yang diinginkan Allah bagi manusia ialah keselamatan. Hal itu dapat kita peroleh dengan cara taat dan setia mengikuti setiap perintah Allah. Apa yang dikatakan dan dikehendaki Allah untuk diperbuat manusia, semuanya semata-mata untuk kebaikan dan keselamatan umat manusia. Untuk itu, bersama Mazmur hari ini, hendaklah kita semua hidup menurut hukum Tuhan, agar kita menjadi orang yang berbahagia.

(Fr. Dean Rengkung)

“Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk. 18:42).

 Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku dapat bertobat dan menjadi orang yang taat terhadap perintah-perintah-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini