“Perpisahan yang Membawa Sukacita”: Renungan, Selasa 11 Mei 2021

0
2670

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)

Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8: Yoh. 16:5-11

Secara liturgis Gereja Universal pada hari-hari ini berada dalam masa sukacita atau masa Paskah selama 50 hari sejak minggu Paskah pertama dan sebelum Hari Raya Pentekosta. Gereja bersukacita dalam masa ini karena peristiwa kebangkitan Tuhan. Dan sama seperti para rasul yang mengalami dukacita dahulu kemudian bergembira karena menyaksikan Tuhan bersama mereka, umat beriman pun mengalami peristiwa iman yang sama dalam hati dan kehidupan mereka. Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci, sukacita ini bertambah ketika Kristus sebelum naik ke surga menjanjikan Roh Kudus bagi dunia.

Kisah Para Rasul menceritakan Paulus bersama Silas dalam perjalanannya yang kedua di daerah Makedonia di kota Filipi. Di situ mereka dalam mewartakan dan meneguhkan iman jemaat telah mengalami kesulitan yang amat berat. Mereka berdua dituduh merugikan penduduk oleh para pembesar kota bahkan mereka sampai dibelenggu dalam penjara. Namun mereka berdua bersukacita karena perbuatan Tuhan yang membebaskan mereka dari belenggu manusia. Bahkan orang lain turut diselamatkan yaitu kepala penjara dan seisi rumahnya dibaptis.

Peristiwa di Kota Filipi adalah buah dari janji Yesus di hadapan para murid-Nya. Kesedihan para rasul karena Tuhan akan pergi dari antara mereka. Dan ini adalah benar sebab gereja merayakannya 40 hari setelah peristiwa kebangkitan Tuhan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Namun apakah kesedihan karena perpisahan ini akan berlarut-larut, tentu tidak. Sebab kepergian Kristus dari antara para murid kepada Bapa meninggalkan rahmat bagi umat beriman hingga sekarang ini. Yaitu Roh Kudus yang senantiasa menghibur dan memberitahukan kebenaran kepada gereja. Peristiwa Paulus dan Silas di Makedonia adalah bukti dari janji Tuhan Yesus kepada para rasul sebelumnya.

Gereja pun hingga detik ini sampai selama-lamanya akan merasakan janji ini. Segala peristiwa yang terjadi dalam sejarah gereja dan kehidupan umat beriman, Roh Kudus turut hadir untuk memberikan sukacita dan kebenaran. Mungkin setiap orang tak menyadari peran Roh Kudus dan menganggap hal yang terjadi biasa-biasa saja. Refleksi dan iman adalah sebuah kacamata untuk melihat karya-karya Sang Penghibur. Kristus mengutus Roh Kebenaran karena tak semua orang menjadi percaya dan tidak lagi melihat Dia. Umat beriman yang percaya semestinya lebih peka akan karya-Nya, sebab mereka memiliki kacamata iman.

(Fr. Joctaf Geres)

“Apa yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (Kis. 16:30).

Marilah Berdoa :

Tuhan kami, dampingilah kami dalam kehidupan ini dan berilah kami selalu kebenaran-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini