“Cinta Kasih Mendatangkan Keselamatan” : Renungan, Kamis 06 Mei 2021

0
1864

Hari biasa Pekan V Paskah (P).

Kis. 15: 7-21;  Mzm. 96: 1-2a, 2b-3, 10; Yoh. 15: 9-11. BcO Why. 21: 9-27.

Dalam tradisi dan adat-istiadat orang Yahudi, sunat merupakan sebuah warisan yang berasal sejak Abraham. Warisan tersebut, sangat diyakini dan dijunjung tinggi oleh orang-orang Yahudi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh keselamatan. Artinya bahwa, hanya melalui sunat maka orang memperoleh keselamatan. Sebab itu, orang-orang Yahudi sangat menuntut orang-orang bukan Yahudi untuk segera disunat. Sebenarnya, secara langsung maupun tidak langsung, tradisi atau adat-istiadat ini telah menunjukkan sebuah perbedaan yang sangat mencolok tentang keselamatan.

Dalam ajaran kristiani, Yesus Kristus lebih menjunjung tinggi cinta kasih yang berasal dari Bapa-Nya sendiri. Ajaran tersebut lebih tinggi luhur dan agung daripada ajaran-ajaran lainnya. Allah Bapa mengajarkan kepada Anak-Nya, Yesus Kristus untuk selalu mengutamakan cinta kasih. Sebab itu, praktek cinta kasih telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri kepada semua orang, sebagaimana yang diajarkan oleh Bapa-Nya. Yesus dan Bapa-Nya saling mengasihi. Dalam hal itu, Yesus memberikan perintah kepada kita semua untuk saling mengasihi, sebagaimana Ia telah mengasihi kita semua. Perintah tersebut, sungguh-sungguh menjadi sebuah jembatan untuk kita melangkah ke Yerusalem baru. Apabila kita saling mengasihi, maka kita telah melakukan perintah-Nya, sehingga kita akan memperoleh sukacita yang penuh dan keselamatan yang kekal di dalam Yerusalem baru.

Dalam kehidupan beragama, seringkali ajaran cinta kasih tidak mendapat perhatian khusus dari setiap orang. Biasanya, ajaran cinta kasih diganti dengan cara yang tidak diinginkan, seperti membuat kekacauan dan saling mendendam. Semua bentuk dan cara itu sungguh-sungguh menyedihkan hati Yesus Kristus. Cara yang dibutuhkan oleh Yesus Kristus ialah setiap orang harus saling mencintai. Apabila sikap ini dipraktekkan, maka setiap orang mengalami kedamaian, kenyamanan dan ketentraman. Lebih jauh daripada itu ialah kita harus menghidupi apa yang diajarkan oleh Yesus Kristus melalui, cara merasa, cara bersikap, cara bertindak, cara melihat dan cara berpikir yang selalu berdasar pada ajaran cinta kasih Kristus.

Dalam konteks keselamatan, maka Kitab Wahyu 21: 9-27 menggambarkan ajaran cinta kasih yang selalu dirasakan dalam Yerusalem baru, yang kita sebut Surga. Di dalamnya, setiap orang saling mengasihi sebagaimana Kristus ajarkan. Dengan demikian, orang-orang yang di dalam hidupnya selalu mempraktekkan ajaran cinta kasih Kristus, maka ia akan memperoleh keselamatan yang kekal di dalam Yerusalem baru.

Fr Liberatus Lamere

“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal dalam kasih-Ku” (Yoh. 9:10a).

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, semoga kami semua dapat menghidupi cinta kasih-Mu dalam hidup kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini