“Percaya”: Renungan, Sabtu 30 Januari 2021

0
1657

Hari Biasa (H)

 Ibr. 11:1-2,18-19; Mzm. Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Mrk. 4:35-41

Setiap manusia tentunya memiliki tujuan hidup. Tujuan hidup manusia ialah kebahagiaan, kesuksesan, dan kekayaan. Untuk itu, setiap manusia pasti dan selalu berusaha untuk mencapai tujuan hidupnya dengan menggunakan berbagai cara. Namun terkadang, manusia merasa putus asa dan menyerah dalam proses mewujudkan tujuan hidupnya itu. Di sini, Allah menghendaki supaya manusia selamat melalui perahu yang telah disediakan-Nya. Perahu yang dimaksud ialah hidup menurut rencana dan perintah Allah. Allah tak hanya menyediakan, tapi juga turut membantu manusia dengan menyertai, membimbing, dan menuntunnya di jalan yang benar agar sampai pada kediaman surgawi. Karena tujuan hidup orang beriman ialah kedamaian dan persatuan dengan Allah Tritunggal dalam kerajaan-Nya.

Bacaan pertama menerangkan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat. Jika tujuan hidup seseorang adalah persatuan dan kedamaian dalam kehidupan bersama Allah, maka ia harus punya dasar yang kuat. Dasar itu juga menjadi daya dorong bagi perahu yang kita tumpangi menuju persatuan dengan Allah. Dasar itu ialah iman. Iman itu juga harus didukung oleh perbuatan yang benar agar kita bisa hidup dengan benar sesuai kehendak dan perintah Allah. Orang beriman kelak akan hidup bersama Allah selamanya dalam kemah surgawi.

Bacaan Injil mengisahkan tentang Yesus yang meredakan angin ribut. Perahu yang memuat Yesus bersama para murid hampir tenggelam akibat digoncang oleh taufan dan ombak. Goncangan itu membuat para murid panik dan takut.  Kehadiran Yesus yang punya kuasa ilahi membuat angin itu reda dan danau itu tenang. Sebagai manusia, kita pun seringkali dilanda kecemasan dan ketakutan bahkan kehilangan arah dan tujuan hidup akibat persoalan yang selalu menghadang.  Terkadang, kita menjadi putus asa dan menyerah dari badai hidup yang menerjang. Namun, jika kita yakin dan percaya akan kuasa Tuhan, maka segala kekhawatiran kita akan hilang karena Ia akan meneguhkan dan membantu kita untuk melanjutkan kembali perjalanan hidup kita.

Mari kita belajar menjadi pengikut Kristus yang setia dan percaya kepada-Nya. Percaya dengan melibatkan Kristus dalam setiap perjalanan dan pergumulan hidup kita. Ingatlah bahwa Ia akan selalu menyertai kita dalam keadaan suka dan duka. Ia tidak pernah meninggalkan mereka yang selalu bersandar pada-Nya serta percaya akan kehendak serta rencana-Nya yang mengagumkan.

 (Fr. Giovanny Diamanti)

“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk. 4:40)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semakin mengimani-Mu dan percaya akan kehendak-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini