“Saya Berdosa”: Renungan, Jumat 9 Oktober 2020

0
1396

Hari Biasa (H)

Gal. 3:7-14; Mzm. 111:1-2,3-4,5-6; Luk. 11:15-26

Saudara-saudari sekalian, penting bagi kita untuk sadar bahwa kita adalah orang berdosa. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya ada pada Allah. Kendati demikian, kita tetap berproses untuk mengarahkan diri pada kesempurnaan itu. Dan Allah yang Mahasempurna itu, adalah satu-satunya penolong yang bisa membuat kita menjadi makhluk yang sempurna. Tapi kita tidak bisa ditolong bila kita sendiri tidak menyadari atau menolak kenyataan bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna (berdosa).

Dalam bacaan pertama, Paulus menyinggung soal ketidaksempurnaan manusia: “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk” (Gal. 3:10). Artinya, ketidaksempurnaan manusia berujung pada ketidakmampuannya untuk setia pada segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat. Situasi ini membawa manusia pada kutuk, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab Hukum Taurat.” Sampai di titik ini, manusia tidak berdaya. Orang yang sadar bahwa ia berdosa (tidak sempurna) akan membutuhkan pertolongan dari yang Mahasempurna yakni Allah. Sebaliknya, orang yang tidak sadar bahwa ia adalah makhluk yang berdosa, dia menolak untuk diberi pertolongan. Dalam hal ini, sikap penyerahan diri dan harapan akan diekspresikan oleh mereka yang sadar akan situasi keberdosaan mereka. Lalu bagaimana Allah menolong kita dari situasi keberdosaan ini?

Injil hari ini memberikan gambaran mengenai kebesaran dan kesempurnaan Yesus Kristus. Dia datang untuk mengusir roh jahat yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Yesus bukan melawan manusia yang berdosa, melainkan Yesus melawan sumber keberdosaan itu sendiri, dalam hal ini setan/iblis. Dia mengusir setan dengan kuasa Allah: “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk. 11:20). Manusia yang tidak sempurna karena dosa akhirnya ditolong oleh Yesus Kristus, Putera Allah. Bukan hanya sampai di situ Kemurahan Hati Allah. Demi manusia, Allah rela memberikan Anak-Nya Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa manusia. Hal ini jelas dikatakan oleh Paulus dalam bacaan pertama: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Gal. 3:13).

Marilah kita bersama-sama menyadari bahwa kita adalah orang berdosa, seraya menyerahkan diri dan mengharapkan pertolongan dari Tuhan, agar kita juga bisa diselamatkan oleh Kemurahan Hati Tuhan. Biarkanlah Tuhan tinggal dalam hati kita dan berkarya bagi hidup kita.

(Fr. Andreas Masaroni)

“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita” (Gal. 3:13).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bawalah aku bersama-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini