“Bersama Tuhan”: Renungan, Rabu 7 Oktober 2020

0
2006

Pw SP Maria Ratu Rosario (P)

Gal. 2:1-2,7-14; Mzm. 117:1,2; Luk. 11:14-23

Dalam Bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan semua orang yang tidak bersama Dia berarti melawan Dia. Yesus ingin mengatakan bahwa banyak kejahatan di dunia ini justru karena terpisah dari Tuhan. Karena ketika manusia jauh dari Tuhan, maka kekuatan jahatlah yang akan menguasainya. Maka, manusia diundang untuk bersatu dengan Tuhan. Kekuatan hanya akan diperoleh jika manusia membuka hati bagi rahmat Allah.

Ada banyak tawaran dalam kehidupan kita sekarang ini. Perhatikan yang kita lakukan setiap hari. Bukankah kita lebih sering melakukan hal-hal yang menyenangkan dan berusaha memperolehnya dengan cara-cara yang kurang baik? Sebagai murid Kristus hendaknya kita berusaha untuk senantiasa bersama-Nya (bersatu dan melakukan kehendak-Nya), bukan sebaliknya, berlaku sesuka hati kita dan tidak mewujudkan nilai-nilai Kristiani.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana orang-orang tidak beriman menolak ajaran Yesus Kristus. Orang tidak beriman ini berpandangan bahwa apa pun yang dilakukan-Nya, semua buruk, karya setan. Mereka iri apabila Yesus nampak hebat dan berkuasa. Mereka menyebarkan gosip kalau Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Sebenarnya merekalah yang hatinya dipenuhi iri dan dengki. Meskipun demikian, Yesus tidak marah, tidak menyerang dan membenci orang-orang yang menolak ajaran-Nya. Ia dengan lembut menyapa dan berdialog dengan mereka. Suatu bukti nyata bahwa Yesus memberi pilihan bebas pada setiap orang.

Ketika kita berbuat kebaikan atau kebenaran, akan selalu ada orang yang tidak suka pada kita. Si jahat tidak senang bila kita mendoakan musuh kita. Si jahat tidak senang ketika kita menyenangkan hati Tuhan. Tetapi tetaplah berbuat kasih. Karena sama seperti Yesus bertindak bukan untuk mendapatkan simpati orang banyak, tetapi Ia melakukannya karena kasih-Nya kepada orang yang menderita dan demi keselamatan jiwa-jiwa.

Tantangan akan selalu ada ketika kita berbuat kasih. Tuhan tetap lembut, sabar, setia menanti kita dengan pilihan hidup kita masing-masing. Mari kita senantiasa berusaha berbuat kebajikan terhadap sesama, tekun dalam hidup doa, lebih bersemangat kembali, bangkit dari kemalasan, dan sebagainya. Dengan demikian, kita menjadi bersahaja di hadapan hadirat-Nya. Yesus yang baik hati, masih tetap memberikan waktu kepada kita untuk meraih kebahagiaan sejati dari Allah melalui-Nya. Memilih jalan Tuhan, maka kita akan selamat, aman sampai kepada Bapa-Nya.

(Fr. Damian Batlayeri)

 

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan” (Luk. 11:23).

 

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami supaya kami tidak merasa iri hati kepada orang lain yang selalu berbuat kebaikan kepada orang lain. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini