“Manakah Pekerjaan Terbaik?” Renungan: Selasa 6 Oktober 2020

0
1603

Hari Biasa (H).

Gal. 1:6-12; Mzm. 111:1-2,7-8,9,10c; Luk. 10:25-37.

Setiap orang di dunia ingin mempunyai pekerjaan yang dapat menunjang masa depan. Setiap pekerjaan yang dilakukan seseorang pasti demi kebaikan dirinya dan orang lain. Sehingga setiap orang akan melakukan segala cara agar orang lain dapat merasa senang atas hasil yang telah diperolehnya.

Bacaan Kitab Suci pada hari ini, berbicara kepada kita mengenai pekerjaan yang baik di mata Tuhan. Bacaan pertama mengisahkan dengan jelas perjalanan hidup Paulus yang telah bertobat dan menjadi pewarta yang ulung. Pekerjaan utama yang Paulus lakukan yaitu mendengarkan sabda Tuhan. Ketika ia mendengarkan sabda Tuhan ia tidak meminta pertimbangan manusia lagi. Hal ini dilakukan karena ia percaya kepada Tuhan.

Paulus melakukan semua Sabda yang telah didengarnya dari Tuhan. Melalui pewartaan Paulus banyak orang memuliakan Allah. Mereka memuliakan Allah karena mereka hanya mendengar bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya (Gal. 1:23). Dengan demikian mereka percaya karena sabda yang disampaikan oleh Paulus berasal dari Tuhan sendiri.

Dalam bacaan injil Yesus menegur Marta karena ia sibuk melayani tanpa mendengarkan apa yang disabdakan oleh Yesus. Hal ini tentunya berbeda dengan Maria yang mendengarkan apa yang disabdakan oleh Yesus. Figur Marta dan Maria mengisahkan kehidupan kita di dunia ini. Banyak dari kita yang menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan duniawi. Kita mulai kurang mendengarkan Sabda Tuhan. Kita mulai kurang berbicara dengan Tuhan dalam keheningan. Kita mulai malas mendengarkan sabda Tuhan yang dibacakan pada hari Minggu di Gereja. Semuanya itu dilakukan karena kita terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi.

Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini mau mengajak kita untuk tidak selalu menyibukkan diri dengan hal duniawi. Paulus dalam bancaan pertama mengajak kita agar kita dapat mendengar sabda Allah yang disampaikan kepada kita. Mendengarkan sabda Allah merupakan suatu pekerjaan terbaik bagi para pengikut-Nya. Dengan mendengarkan sabda-Nya kita dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan kehendak-Nya. Muncul pertanyaan bagi kita bagimana kita dapat mendengarkan Sabda-Nya? Salah satu cara untuk mendengarkan Sabda-Nya di dunia dewasa ini, yaitu kita harus memperbanyak hidup doa dan masuk pada suasana keheningan. Mendengarkan Sabda Tuhan dilakukan melalui kegiatan doa pribadi, doa bersama, kategorial dan Perayaan Ekaristi dan melalui keheningan kita dapat mendengar dan melaksanakan Sabda Tuhan.

(Fr. Petrus Ndemu)

“Carilah Ddahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

Marilah Berdoa:

Tuhan, ajarlah aku untuk selalu setia mendengarkan Sabda-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini