Hari Biasa (H)
Gal. 1:6-12; Mzm. 111:1-2,7-8,9,10c; Luk. 10:25-37
Setiap kita pasti pernah mengalami kemurahan hati orang lain atau kita sendiri melakukan tindakan belas kasih kepada orang lain. Namun tak jarang kita hanya suka menerima kemurahan hati dari orang lain. Kita sulit untuk menyatakan kemurahan hati kita kepada orang lain.
Gambaran Yesus tentang orang yang menunjukkan kemurahan hati ialah mereka yang yang telah dinilai oleh orang sebagai orang berdosa. Mereka tidak termasuk dalam kaum yang diakui oleh publik sebagai orang yang religius seperti kaum lewi dan kaum imam. Mereka adalah kaum Samaria yang dianggap berdosa pada zaman itu.
Dalam konteks dunia sekarang, mereka yang kurang menunjukkan kemurahan hatinya adalah mereka yang tidak peduli kepada sesama yang menderita. Apakah kita pernah merasa peduli kepada orang yang menderita di sekitar kita? Atau hati sudah menjadi batu karena keegoisan kita? Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, kita dituntut untuk bermurah hati kepada sesama kita yang menderita. Murah hati bukan hanya dengan memberikan uang, makanan ataupun pakaian. Tindakan murah hati ialah suatu tindakan peduli kepada mereka yang menderita. Mendoakan mereka dan menguatkan mereka.
Bacaan Injil hari ini memberikan teguran kepada kita sekaligus menasihati kita. Orang yang menderita karena dipukuli dan dirampok justru ditolong oleh orang Samaria. Orang-orang yang lewat lebih dahulu dan melihat orang yang menderita itu tidak menunjukkan tindak murah hati. Kita berada di posisi yang mana? Kita menjadi orang Samaria yang murah hati? Ataukah kita menjadi orang lain yang hanya lewat tanpa peduli?
Tindakan murah hati itu sangatlah bermakna ketika dalam keterbatasan, kita masih bisa menunjukkan tindakan murah hati. Dunia sekarang membutuhkan kemurahan hati dari kita manusia agar menjadi dunia yang damai dari keegoisan dan ketamakan. Marilah kita menjadikan diri kita sebagai orang yang mampu bermurah hati pada sesama. Sebagaimana Mazmur memperlihatkan bahwa Tuhan justru telah menunjukkan kemurahan hatinya kepada manusia. Marilah kita membagikan kemurahan hati itu kepada sesama kita.
(Fr. Oktovianus Siunta)
“Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh” (Mzm. 111:7).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan dan Allahku, jadikan hatiku seperti hati-Mu yang selalu murah hati pada ciptaan-Mu. Ampunilah kami karena seringkali kurang menunjukkan kemurahan hati kami kepada-Mu dan kepada sesama kami. Amin











