Hari Biasa (H)
Ayb. 42:1-3,5-6,12-17; Mzm. 119:66,71,75,91,125,130; Luk. 10:17-24
Dalam kehidupan ini ada begitu banyak pengalaman sukacita dan kegembiraan. Ada yang bergembira karena kelahiran anak, ada yang bergembira karena mendapat peringkat di kelas, ada pula yang bergembira karena mendapat hadiah dan masih banyak lagi. Pengalaman sukacita yang dialami itu memberi warna tersendiri bagi kehidupan pribadi orang yang mengalaminya.
Ketujuh puluh murid yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini juga mengalami sebuah pengalaman kegembiraan yang dahsyat. Mereka begitu bergembira karena dalam menjalankan tugas perutusan, setan-setan pun takluk kepada mereka. Bagi mereka, hal itu merupakan suatu peristiwa yang luar biasa, sebab mereka bukanlah siapa-siapa. Mereka yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, diberikan kuasa yang sedemikian rupa sehingga setan-setan takluk. Tentu saja kuasa yang mereka terima itu karena tindakan penyerahan diri untuk mengikuti Yesus secara total dan tidak main-main.
Kuasa yang diberikan kepada para murid berasal dari Yesus. Itu artinya, di dalam Yesus segala sesuatu akan tunduk menyembah. Dialah Putra Allah pemilik Kerajaan Surga. Di dalam dia para murid yang tak punya kuasa diberi hak dan kuasa. Kuasa mengusir setan diberikan kepada para murid karena kesediaan mereka untuk bermisi. Ada gerakan dari manusia untuk menanggapi tugas dari Allah. Kuasa itu berkarya juga karena iman dari Manusia. Allah tidak dapat berkarya dalam diri kita jika kita menutup diri dari-Nya.
Kegembiraan yang dirasakan oleh ketujuh puluh murid itu mendapat sorotan dari Yesus. Kegembiraan menurut Yesus bukanlah semata-mata karena kuasa yang mereka terima sehingga iblis pun takluk pada mereka. Bagi Yesus, para murid itu patut bergembira karena nama mereka terdaftar di surga. Yesus pun turut bergembira bersama para murid selepas kembali dari menjalankan perutusan mereka, dan itu ditampilkan Yesus melalui ucapan syukur kepada Bapa-Nya di surga.
Belajar dari pengalaman yang dialami oleh para murid dalam bacaan Injil hari ini, kiranya kita semakin bertekad untuk mengikuti Yesus. Tekad mengikuti Yesus yang kita bangun itu membawa kita untuk menerima berkat dan kuasa seperti yang diterima oleh para murid. Akhirnya kita pun turut bergembira karena nama kita pun terdaftar di surga.
(Fr. Filbert Ngafrehen)
“Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di Surga” (Luk. 10:20b).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan pemilik Kerajaan Surga, segala hidup dan karyaku hanya untuk kemuliaan-Mu. Jadikanlah aku layak bagi-Mu agar kelak namaku terdaftar di surga. Amin.











