“Seperti Malaikat”: Renungan, Selasa 29 September 2020

0
2144

Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung (P)

Why. 12:7-12a; Mzm. 138: 1-2a,2bc-3,4-5; Yoh. 1:47-51

Hari ini kita merayakan Pesta tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel dan Rafael. Tentang para malaikat, Gereja mengajarkan bahwa “sebagai makhluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak; mereka adalah wujud pribadi dan tidak dapat mati. Mereka melampaui segala makhluk yang kelihatan dalam kesempurnaan” (KGK 330). Para malaikat, secara khusus tiga malaikat agung, diberi anugerah atau keistimewaan masing-masing. Sebagai makhluk murni spiritual para malaikat agung melaksanakan tugas dan peran yang dipercayakan Tuhan. Gabriel mengemban tugas pewartaan kabar sukacita kepada Maria sebagai Bunda Allah (Luk. 1:26-38).  Rafael adalah malaikat yang diberikan tugas untuk menyembuhkan dan pelindung dalam perjalanan (Tob. 11:1-19). Sedangkan Mikael adalah malaikat yang menghalau kegelapan serta membantu manusia dalam pertempuran melawan si jahat (Why. 12:7).

Bacaan Injil hari ini menampilkan perjumpaan Yesus dengan Natanael. Suatu kisah yang menarik adalah ketika Yesus menyatakan pengenalan-Nya akan Natanael “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya” (Yoh. 1:47). Yesus menyatakan apa yang ada dalam diri Natanael. Pengenalan Yesus ini membuat Natanael percaya bahwa Dia adalah Anak Allah, Raja orang Yahudi. Natanael yang pada awalnya ragu-ragu, akhirnya tiba pada pengenalan yang terdalam tentang Yesus. Pengakuan iman itu membuatnya menerima buah-buah rohani istimewa yang khusus diberikan kepadanya. Tuhan menjanjikan kepadanya bahwa ia akan melihat hal-hal yang lebih besar lagi daripada apa yang dialaminya sekarang. Ia akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.

Perayaan hari ini mengajak kita untuk semakin terbuka pada rencana dan kehendak Allah. Tiga Malaikat Agung yang kita rayakan hari ini memberikan inspirasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Segala keistimewaan yang kita miliki merupakan sarana untuk menanggapi karya keselamatan Allah. Tubuh fisik sempurna yang kita miliki memudahkan kita untuk mewartakan kebenaran Injil dan melakukan hal-hal baik kepada yang lain. Akal budi yang kita miliki merupakan suatu keistimewaan yang diberikan Tuhan agar menerangi, menguatkan, serta membantu kita melawan kuasa-kuasa kegelapan dunia ini. Dengan demikian kita bisa menjadi alat bagi Tuhan, menjadi malaikat yang lain. Kita dapat melakukan apa yang dilakukan Kristus dalam pelayanan-Nya yaitu mewartakan kebenaran, melakukan kebaikan, serta mengalahkan kejahatan dan dosa-dosa.

(Fr. Ferdy Poida)

“Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Yoh. 1:51).

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikan kami pewarta Injil-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini