Hari Biasa (H)
Pkh. 11:9-12:8; Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17; Luk. 9:43b-45.
Bacaan Kitab Suci hari ini menjelaskan tentang penderitaan yang akan datang. Sebagai manusia, kita tentu tidak mengharapkan penderitaan. Akan tetapi kita pun tidak bisa menolak penderitaan. Ia datang di waktu yang tidak dapat kita duga.
Penginjil Lukas menggambarkan situasi di mana Yesus memberitahukan tentang penderitaan-Nya yang kedua kalinya. Ia berkata bahwa Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Orang yang mendengar perkataan ini menjadi bingung. Mereka baru saja menyaksikan karya ajaib yang dilakukan oleh Yesus yakni mengusir roh jahat dari seorang anak yang sakit. Ungkapan “Ia akan diserahkan” mengandung makna kesengsaraan dan penderitaan. Jauh sebelum mengalami penderitaan Yesus telah mengetahuinya. Mengapa Ia tak menghindar! Ketaatan dan cinta kepada Bapalah yang menguatkan-Nya.
Dalam bacaan pertama, pengkhotbah menyuarakan kepada pemuda dan pemudi agar jangan menyalah-gunakan kekuatan, kemampuan dan kehebatannya untuk hal yang sia-sia. Karena semua itu akan menghantar mereka kepada penderitaan. Segala sesuatu yang mereka lakukan seharusnya mengingatkan mereka akan Penciptanya. Dengan demikian mereka akan dikuatkan di kala mengalami penderitaan.
Tuhan Yesus jauh sebelum mengalami penderitaan Salib, telah mengetahui hal itu. Langkah yang dibuat-Nya ialah tetap setia dan taat kepada Allah Bapa-Nya. Ia tahu bahwa Allah takkan meninggalkan-Nya. Allah akan selalu beserta-Nya dan menguatkan Dia dalam penderitaan. Pengkhotbah juga mengingatkan pemuda dan pemudi untuk mengandalkan Pencipta mereka dalam segala hal agar pada saat menghadapi penderitaan mereka dapat dikuatkan.
Kita sebagai umat beriman selalu dilanda penderitaan yang bermacam-macam. Penderitaan itu bisa datang sebelum kebahagiaan dan bisa juga setelah kebahagiaan. Hal yang menjadi kabar suka cita bagi kita ialah jangan takut. Mulai sekarang ingatlah akan Pencipta kita, ingatlah akan Tuhan kita maka Ia akan ada bersama kita. Jangan hanya berseru kepada Tuhan di saat susah dan derita, setelah bahagia Tuhan diasingkan. Sebaliknya pesan sukacita hari ini ialah bahwa kita harus mengandalkan Tuhan setiap waktu. Bahagia bersama Tuhan dan menderita juga bersama Tuhan. Jangan hanya berdoa di saat mengalami kesulitan, tantangan dan penderitaan. Berdoalah di saat apa pun juga. Jadikan doa sebagai pegangan hidup kita. Jadikan doa sebagai nafas kita.
(Fr. Alowisius Sormudi)
“Segala sesuatu adalah sia-sia” ( Pkh. 12:8).
Marilah Berdoa:
Ya Bapa, jadikanlah aku manusia yang dapat bersyukur dan selalu mengandalkan-Mu dalam hidupku. Amin.











