Hari Biasa (H)
Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a, 2abc, 3-4; Luk. 9:18-22.
Segala sesuatu ada waktunya, demikian kata Pengkhotbah. Hari ini, Pengkhotbah mengingatkan kembali kepada kita bahwa ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam. Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa. Ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan dan melarang para murid-Nya untuk mengatakan kepada orang lain tentang diri-Nya sebagai Mesias. Yesus tahu bahwa waktunya akan tiba, semua orang akan tahu tentang siapa Dia sebenarnya. Yesus mengingatkan dan melarang para murid-Nya untuk tidak mengatakan kepada siapa pun tentang diri-Nya, karena Yesus tahu bahwa Mesias yang diharapkan oleh bangsa Israel berbanding terbalik dengan Mesias yang dikatakan oleh Petrus. Pengakuan Petrus akan sosok Yesus yang adalah Mesias yang berasal dari pengalaman hidup sehari-hari bersama dengan Yesus. Petrus mengalami bagaimana Yesus menyelamatkan, menyembuhkan dan membuat mukjizat kepada banyak orang.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, ada waktunya juga kita dapat bersaksi tentang sosok Yesus bagi diri kita. Kita sering mendengar atau membaca ada yang mengatakan Yesus Sang Penyelamat, Yesus Penolongku, Yesus Gembalaku, Yesus Kekasih Jiwaku, Yesus Pahlawanku, dan sebagainya. Pengakuan-pengakuan akan sosok Yesus ini tentunya berasal dari pengalaman setiap pribadi yang mengalami kehadiran Yesus dalam hidupnya. Bagi mereka yang belum mampu mengungkapkan sosok Yesus bagi dirinya, janganlah takut! Sebab Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia akan memberikan kekekalan dalam hati kita.
(Fr. Devri Maturbongs)
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pkh.3:11).
Marilah berdoa:
Ya Yesus, terima kasih atas kehadiran-Mu yang tiada batas dalam kehidupan kami. Amin.











