Pw S. Klara, Prw. (P)
Yeh. 2:8 – 3:4; Mzm. 119:14,24,72,103,111,131; Mat. 18:1-5,10,12-14
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali anak-anak diabaikan ataupun diremehkan. Sama halnya juga dengan mereka yang miskin, terpinggirkan, cacat dan jompo. Seakan-akan kekurangan dan kerapuhan mereka menjadi alasan untuk diremehkan atau kucilkan oleh orang lain. Bahkan mereka dianggap sebagai orang-orang yang tidak penting dan tidak berguna.
Bacaan dari Kitab Yehezkiel menggambarkan panggilan dari Yehezkiel untuk melawan kaum pemberontak yang telah melawan Allah. Tujuannya supaya mereka bertobat dan supaya ia juga jangan memberontak seperti kaum pemberontak itu. Begitu juga dengan Santa Klara yang kita peringati hari ini. Santa Klara terkenal karena pernah mengusir pasukan musuh yang hendak menghancurkan daerahnya dan ia ingin hidup dalam kesederhanaan dan kemiskinan. Meskipun ia mempunyai banyak kekayaan yang diwariskan oleh ayahnya setelah ayahnya meninggal.
Injil hari ini membawa kita pada permenungan lain yang tidak asing lagi. “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang dilontarkan murid-murid kepada Yesus. Yesus dengan spontan memanggil anak kecil dan menempatkan anak kecil itu di tengah-tengah mereka. Bagi Yesus, orang-orang yang terbesar dalam Kerajaan Surga justru mereka yang seperti anak-anak kecil. Sebab anak kecil selalu hidup dalam kepolosan. Karena itu, Yesus menghendaki semua orang untuk bertobat serta merendahkan diri dan menjadi sama seperti anak kecil. Supaya bisa mengambil bagian yang terbesar dalam Kerajaan Surga, seperti dikatakan dalam Injil.
Pertobatan yang sejati dari setiap manusia menuntut sebuah sikap kerendahan hati dan sikap peduli kepada orang lain, terlebih bagi mereka yang berkekurangan baik secara materi maupun secara fisik. Sebab Bapa di Surga tentu menghendaki agar semua orang memperoleh keselamatan melalui sikap-sikap yang kita lakukan dan memperoleh kerahiman-Nya dari Surga. Maka dari itu, marilah kita berusaha untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan seperti orang miskin, menderita serta berkekurangan dan begitu juga dengan anak-anak. Sebab kita semua diundang untuk masuk dalam kemuliaan Allah Bapa, jika kita mau merendahkan diri di hadapan-Nya, sama seperti anak kecil.
(Fr. Krisjumon Tohea)
“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di Surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Surga” (Mat. 18:10).
Marilah berdoa:
Ya Bapa, utuslah Roh Kudus-Mu, agar memampukan aku untuk memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak malang, kaum miskin dan menderita. Amin.











