“Buah Sukacita”: Renungan, Senin 10 Agustus 2020

0
1961

Pesta S. Laurensius, DiakMrt (M)

2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2.5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26;

Biasanya para petani membersihkan lahan untuk menanam segala jenis tanaman entah itu buah-buahan atau sayur-sayuran. Mereka pun mempersiapkan lahan dan mencari tanah subur yang memungkinkan untuk bercocok tanam. Sebab, jika mereka menanam di tanah yang baik dan subur, tanaman itu akan tumbuh subur dan menghasilkan yang terbaik. Hal yang sama dikatakan dalam Injil hari ini: “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah”. Hal ini sudah tidak asing lagi dalam dunia pertanian. Benih yang ditanam tentunya akan membusuk dan mati. Benih yang mati dipandang sebagai suatu keindahan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, sebab dapat menghasilkan buah yang berlimpah.

Demikian pula dengan kehidupan. Hanya dengan mengorbankan hidup, banyak orang dapat diselamatkan. Seperti Yesus yang mengorbankan diri-Nya demi menyelamatkan manusia. Jikalau Yesus tidak menderita dan wafat di salib, pasti tidak ada keselamatan. Artinya bahwa, untuk menjadi pribadi yang berguna, kita perlu meninggalkan segala keegoisan kita. Berkomitmen dalam diri untuk mau ikut menderita dan berkorban, serta mau memberi kehidupan, berbagi sukacita dan membawa berkat bagi banyak orang. Sebagaimana dalam bacaan pertama, dikatakan bahwa “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”.  Hal ini menghendaki agar kita selalu berbagi dengan orang lain. Pada titik inilah kasih yang sesungguhnya terlihat. Kasih yang berasal dari Allah menghantar kita kepada ketulusan dalam membantu, memberi dan berbagi sukacita dengan sesama.

Dengan demikian, yang harus kita lakukan ialah memberi dengan kerelaan hati, jangan dengan sedih hati atau karena dengan paksaan. Sebab, Allah senantiasa mengasihi kita, jikalau kita memberi dan berbagi kasih dengan sukacita. Seperti, Santo Laurensius yang kita rayakan pestanya hari ini, yang merupakan salah satu benih iman pada masa Gereja awal. Berkat pengorbanannya, sehingga Gereja terus berkembang hingga saat ini. Sehingga, semoga perayaan hari ini menambah sukacita iman untuk terus berbagi kasih dan sukacita kepada sesama.

(Fr. Andarias Lalin)

“Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh. 12:24).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami pembawa sukacita dan berkat bagi banyak orang. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini