“Dengarkanlah Dia”: Renungan, Kamis 6 Agustus 2020

0
2289

Pesta Yesus Menampakan Kemuliaan-Nya (P)

Dan. 7:9-10,13-14; Mzm. 97:1-2,5-6,9; 2 Ptr. 1:16-19; Mat. 17:1-9.

Beberapa waktu yang lalu, tersebar di media sosial, bahwa grup musik Noah mempopulerkan kembali sebuah lagu “Andaikan Kau Datang”. Lagu ini merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal serta telah menghasilkan beberapa versi lainnya.  Lagu yang awalnya dianggap ditujukan kepada seseorang yang dikasihi, kini mulai dimaknai lebih mendalam sebagai lagu untuk Sang Ilahi. Di mana, kita diajak untuk merefleksikan kembali jawaban atas apa yang akan kita berikan kepada-Nya, ketika kita kembali kepada-Nya. Sehingga, lagu ini mulai ditampilkan dengan nilai yang baru dan pembawanya pun mendapat tampilan baru.

Hari ini, Gereja Katolik merayakan pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya. Kemuliaan-Nya itu ditampakkan di atas sebuah gunung dan di hadapan ketiga murid-Nya, yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes. Di mana, Yesus ditampakkan bersama dengan dua orang lainnya, yakni Musa dan Elia, sambil mengenakan pakaian putih yang bercahaya. Melihat itu, ketiga murid merasa senang dan ingin membangun tiga buah kemah, untuk Yesus, Musa dan Elia. Namun, ketika itu terdengarlah suara dari langit: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia”.

Kehadiran Yesus yang bercahaya seperti matahari di antara Elia dan Musa, merupakan gambaran Yesus Sang Mesias, yang telah dinubuatkan akan mati di kayu salib, namun bukan menjadi sebuah hal yang menyedihkan, tetapi membahagiakan. Kebahagiaan itu berubah menjadi ketakutan saat terdengar suara dari langit, yang membuat para murid tersungkur dan ketakutan. Namun, rasa takut itu hilang saat Yesus berkata dan menyentuh mereka, “Jangan takut”.

Sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari, rasa takut membuat kita tak berani melihat wajah Allah, yang mana tampak begitu jauh. Namun, melalui Firman dan sentuhan Allah, kita pun diberanikan untuk menghadapi berbagai hal dalam kehidupan. Bahkan, kita pun takhluk di hadapan Allah, hingga tersungkur tak berani melawan-Nya.

Maka, pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, sesungguhnya menghendaki agar kita yang mendengar sabda-Nya pun ikut menikmati kemuliaan-Nya. Di mana, Yesus membuka jalan bagi kita untuk menikmati kemuliaan Bapa dengan mengikuti-Nya, mendengar dan melakukan sabda-Nya di dalam hidup kita. Sebab, dengan mendengar Yesus, kita pun dapat mendengar Bapa sendiri, karena Yesus dan Bapa adalah satu.

(Fr. Eman Pajisopa)

“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” (Mat. 17:5).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku dapat melihat kemuliaan-Mu yang terjadi dalam hidupku, setiap harinya dan mensyukurinya. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini