“Iman Yang Benar”: Renungan, Rabu 5 Agustus 2020

0
3380

Hari Biasa (H)

Yer. 31:1-7; Yer.31:10-11-12ab, 13; Mat. 15:21-28

Salah satu syarat yang paling pokok dalam karya keselamatan Yesus Kristus ialah iman. Yesus selalu melihat iman setiap orang yang datang memohon kesembuhan, pertobatan, dan keselamatan kepada-Nya. Iman yang benar dan sungguh-sungguh akan membawa seseorang pada keselamatan. Untuk itu, Yesus tak pernah melihat latar belakang seseorang. Baik yang datang adalah orang pintar, rajin berdoa, miskin, dan buruk rupa sekalipun, yang terpenting ialah iman kepada-Nya.

Injil hari ini mengisahkan seorang ibu, perempuan Kanaan yang memohon kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan setan. Dengan kesungguhan iman, ia yakin dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan bahwa kesembuhan anaknya dapat terjadi. Maka, ibu itu terus mengikuti Yesus dan berseru kepada-Nya: Ya Tuhan, Anak Daud, kasihanilah aku. Yesus menguji perempuan itu dengan tidak menjawab seruannya. Tetapi ia terus mengikuti Yesus sambil berteriak-teriak meminta pertolongan. Lalu Yesus terus mengujinya dengan berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada Anjing”. Tetapi iman yang penuh membuat perempuan itu tidak ragu dan menyerah. Bahkan dia berkata, “Benar Tuhan, tetapi anjing di bawah meja juga makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”.

 Sebutan anjing dikatakan Yesus, sebab saat itu Dia berada di daerah Yahudi, yang memaknai “anjing” sebagai orang kafir. Sedangkan perempuan Kanaan itu adalah orang Yunani yang memaknai kata “anjing” sebagai ungkapan kasih sayang yaitu menyayangi hewan peliharaan. Melihat iman yang penuh dari perempuan Kanaan itu maka Yesus pun berkata, “Hai ibu, besarlah imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki”. Maka anaknya pun menjadi sembuh.

Kekuatan iman sesungguhnya menyelamatkan manusia. Yesus sebagai Juruselamat umat manusia, tak pernah melihat manusia dari latar belakang fisik, ekonomi, status, budaya, adat, dan bangsa. Yesus menyelamatkan manusia atas dasar iman kepada-Nya. Siapa yang beriman dan percaya kepada-Nya akan selamat. Oleh karena itu, umat beriman diajak untuk menghidupi dan memelihara iman kepada Yesus dengan benar. Iman yang benar berarti tidak cepat tertipu oleh keadaan sekitar, tidak  ragu, dan tidak mudah putus harapan. Hal terpenting lain ialah, bertekun dalam doa, agar iman kepada Tuhan Yesus Kristus, terus kuat. Berdoa menjadi cara yang paling ampuh dalam memelihara iman pada Yesus Kristus agar tetap teguh.

 (Fr. Phedy Huklubuk)

“Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud” (Mat. 15:22).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah saya untuk semakin bertekun dalam doa, agar imanku kepada-Mu tidak mudah goyah dan rapuh. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini