“Pilih Mana?”: Renungan, 17 Maret 2018

0
2342

Pernah membaca tulisan yang berbunyi “pilih mana, orang tua atau pacar?” Mungkin kita akan merasa lucu jika membaca tulisan tersebut, apalagi kalau menggunakan gambar misalnya orang yang tenggelam. Sebenarnya makna yang ada dalam tulisan tersebut adalah soal bagaimana keputusan kita ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Bacaan Injil hari ini menawarkan pilihan kepada kita. Pilihan untuk percaya dan mengikuti Yesus atau menolak Dia. Memang pilihan selalu bersifat bebas. Namun, untuk setiap pilihan selalu ada konsekwensinya. Jika kita memilih mengikuti Yesus, maka ada berbagai tantangan dan hal- hal yang secara akal pendek tidaklah rasional. Seperti sebuah lagu rohani anak-anak yang populer tentang dua jalan dunia: “Jalan Lebar dan Sempit”. Jalan lebar adalah jalan kematian dan jalan sempit yakni jalan kehidupan. Seperti juga komedian stand up comedy, Mongol katakan: “Jalan ke surga itu sempit karena banyak orang ingin kesana. Jadi macet parah. Ada orang yang ingin masuk surga tapi bawa kendaraan mewah,bawa uang banyak, bawa rumah segala, tapi lupa bahwa di surga ada segala galanya.” Memang terdengar lucu tapi menyimpan makna yang sebelumnya tidak kita pikirkan. Hal ini sebenarnya mau mengingatkan kepada kita bahwa pilihan untuk mengikuti Yesus sama halnya dengan memilih jalan yang sempit, jalan yang penuh tantangan.

Tantangan itulah yang rupanya dialami oleh Nikodemus, seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini. Nikodemus memilih untuk membela Yesus. Dengan berani ia berdiri melawan ketidakadilan yang dipraktekkan oleh teman-temannya (kaum Farisi). Alhasil dia pun ditentang oleh mereka dan kemudian diabaikan. Demikianlah kira-kira hal yang akan dialami oleh mereka yang memilih Yesus. Menjatuhkan pilihan untuk percaya, mengikuti, pun hanya sekedar membela Yesus, akan membuat kita berhadapan dengan berbagai macam kesulitan dan cobaan. Yesus pernah berkata bahwa barang siapa mau mengikuti Dia, menjadi murid-Nya, akan dibenci oleh dunia. Inilah jalan sempit yang harus dilewati. Kebencian, penolakan, keterasingan, kekerasan, dan penganiayaan akan menjadi tantangan yang akan terus menerjang. Akan tetapi sesungguhnya sukacita, harapan, kasih, dan kebahagiaan akan selalu menjadi berkat yang terus mengalir atas mereka yang memilih untuk percaya. Semua yang percaya kepada-Nya sesungguhnya akan melihat sinar cahaya keselamatan di ujung jalan yang sempit itu. Itulah sinar yang menuntun pada keselamatan kekal orang yang mau menatap dengan tatapan iman.

(Fr. Rikcardo Dyonisius Woi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini