Hari Biasa (H)
Rat. 2:2,10-14,18-19; Mzm. 74:1-2,3-5a,5b-7,20-21; Mat. 8:5-17
“Mengapa, ya Allah, Kau buang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu? Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kau peroleh pada zaman purbakala, yang Kau tebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.”
Pemazmur hari ini sepertinya mau mengatakan bahwa Allah marah terhadap umat-Nya. Hal yang sama pula ditunjukkan oleh bacaan pertama. Ratapan menggambarkan orang yang meratap atas Allah yang meninggalkan mereka. “Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.”
Ratapan menggambarkan bahwa Allah sedang menghukum umat-Nya. Bahkan dikatakan bahwa Tuhan tanpa belaskasihan memusnahkan segala ladang Yakub. Sungguh betapa hebatnya amarah dari Allah. Tetapi mengapa Allah marah kepada umat-Nya?
Allah datang ke dunia dalam rupa manusia untuk menyelamatkan umat-Nya. Maka, dalam bacaan Injil diceritakan bahwa Yesus, sebagai Allah, menyembuhkan orang-orang yang sakit. Seorang hamba dari seorang perwira dan ibu mertua Petrus disembuhkan oleh Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa Allah peduli dengan keselamatan manusia. Allah membuat rencana yang besar untuk membawa kembali anak-anak-Nya, supaya bisa masuk ke dalam kerajaan-Nya.
Allah yang adalah pencipta semuanya berniat dan merencanakan hal yang baik bagi manusia. Bahkan Ia rela menanggung dosa-dosa manusia. Tetapi mengapa pemazmur memohon pengampunan kepada Allah yang sedang marah. Mengapa Ratapan menggambarkan bahwa Allah akan memusnahkan benteng-benteng puteri Sion dan ladang Yakub. Apakah Allah sedang marah? Apakah Allah tidak berkehendak untuk menyelamatkan manusia?
Allah ingin menyelamatkan manusia. Pemazmur memohon pengampunan Allah, karena iman mereka tidak mengarah pada Allah. Begitu pula Ratapan menggambarkan bahwa Allah sedang marah, bahkan ingin menghancurkan mereka, sebagai umat-Nya, karena iman mereka kepada Allah yang tidak cukup.
Yesus mau menyembuhkan hamba dari perwira itu, karena Ia melihat iman perwira itu sungguh besar. Begitu pula dengan ibu mertua Petrus, yang Ia sembuhkan. Yesus mau peduli dengan orang-orang, jika mereka juga peduli dengan diri mereka. Orang yang peduli dengan keselamatan mereka akan diperhatikan oleh Allah. Manusia yang mau selamat atau mau diselamatkan oleh Allah hendaknya percaya akan karya penyelamatan Allah. Dengan iman yang besar kepada Allah, maka manusia akan mendekatkan diri kepada Allah. Menderita atau ditindas adalah kemenangan bagi orang Kristen.
(Fr. Hanny Ering)
“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita” (Mat. 8:17).
Marilah berdoa:
Ya Allah, sungguh baik kasih-Mu kepada kami. Amin.











