“Doa dan Tindakan”: Renungan, Kamis 25 Juni 2020

0
2210

Hari Biasa (H)

2Raj. 24:8-17; Mzm. 79:1-2,3-5,8,9; Mat. 7:21-29

Pengalaman kegagalan dan kekalahan bagi seseorang atau sekelompok orang sungguh sangat menyakitkan untuk diingat-ingat. Pengalaman seperti ini seharusnya dapat dengan mudah dilupakan, apabila dibarengi dengan bentuk penyesalan dan keinginan untuk bergerak maju dan berubah ke arah yang lebih baik. Bagi bangsa Yehuda, pembuangan ke Babel merupakan kekalahan yang menyakitkan. Pada masa itu raja-raja Yehuda terus menerus melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan tidak mau untuk beralih pada perbuatan yang berkenan pada Allah. Padahal, penyesalan dan pertobatanlah yang dapat membuat mereka kembali kepada Tuhan sumber keselamatan dan kehidupan. Dengan pertobatan pula, hubungan yang telah rusak dengan Tuhan itu dapat dipulihkan kembali.

Saudaraku, Injil hari ini melukiskan bagaimana Yesus memberikan petunjuk, ajaran atau syarat-syarat untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Bagi Yesus, orang yang akan masuk dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa. Tidaklah cukup mengatakan Tuhan…Tuhan! Tapi dengan melakukan kehendak Bapa-lah, sehingga jalan keselamatan dimungkinkan bagi setiap orang untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Hal ini mau menunjukan hubungan antara kata dan tindakan yang menjadi dasar yang kuat untuk mencapai Kerajaan Allah. Hal melakukan kehendak Bapa ditegaskan melalui gambaran orang yang mendirikan rumah yang kokoh di atas batu. Doa-doa dan permohonan kita akan terdengar indah dalam ibadat bahkan dalam nyanyian pujian kepada Tuhan. Akan tetapi lebih dari pada itu tidak cukuplah kalau itu tidak disertai dengan tindakan yang baik dalam kehidupan setiap hari.

Saudaraku, ketekunan yang diajarkan oleh Yesus kepada kita untuk melakukan kehendak Bapa akan membuat kita pantas untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Ukuran kepantasan memang tidak hanya dapat diukur melalui cara kita berdoa dan bernyanyi saat beribadah dan lain sebagainya, melainkan pada waktu perbuatan kita sesuai dengan ungkapan iman dalam doa-doa kita. Sebab bagi Yesus, yang paling penting adalah menaati dan melakukan kehendak-Nya. Sebagai manusia kita harus bisa menyeimbangkan antara doa-doa kita dengan perbuatan yang nyata terhadap sesama kita. Artinya, iman kita harus kita diwujudnyatakan dalam kehidupan kita. Karena iman tanpa perbuatan hanyalah sia-sia belaka.

 (Fr. Damianus Batlayeri)

“Orang yang melakukan kehendak Bapa akan masuk dalam Kerajaan Surga” (Mat. 7:21-29).

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah kami sehingga mampu menyeimbangkan doa-doa kami dengan perbuatan baik kami kepada orang lain, sehingga kami dapat masuk dalam Kerajaan Surga. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini