Hari Minggu Biasa XII (H)
Yer. 20:10-13; Mzm. 69:810,14,7,33-35; Rm. 5:12-15; Mat. 10:26-33.
Saudara-saudari yang terkasih, setiap orang memiliki tugas yang diemban sesuai peran dan posisinya masing-masing. Seorang guru bertugas untuk mengajar para murid, seorang dokter mengemban tugas untuk menyembuhkan pasien yang datang padanya, dan seorang penyapu jalan mengemban tugas untuk membersihkan jalan. Lewat ayat di atas penginjil Matius pun mengingatkan tugas kita, yang oleh rahmat pembaptisan telah diangkat menjadi pengikut Kristus. Kita dituntut untuk mewartakan kabar keselamatan dan kasih karunia Allah “dari atas rumah”,
Apa maksudnya menjadi “pewarta di atap rumah?”. Pada zaman Yesus rumah-rumah orang Israel terbuat dari bata dan atapnya dari tanah liat. Atap rumah mereka pun datar dan biasanya dipakai untuk menjemur buah ara, membakar roti dan yang paling penting adalah untuk memaklumkan sesuatu, agar seluruh tetangga, dapat mendengarnya. Demikian menjadi pewarta di atap rumah berarti menjadi pewarta bagi sesama kita yang dianalogikan sebagai tetangga.
Tugas sebagai pewarta kabar keselamatan memiliki risiko yang sangat besar. Yeremia dalam bacaan pertama bahkan pernah berpikir untuk meninggalkan tugasnya sebagai nabi. Ia begitu putus asa sampai-sampai berkata bahwa “firman Allah seperti api dalam tulangnya, sehingga ia tidak dapat dapat menahannya”. Yeremia putus asa, ia menjadi cemoohan dan tertawaan sepanjang hari, sampai sampai, berseru bahwa “firman Allah hanya menyebabkan caci maki.”
Namun seperti Yeremia yang tetap setia kepada Allah, meski pun sempat terpuruk dan putus asa, demikian juga kita harus tetap setia sebagai pengikut Kristus. Penginjil Matius mengingatkan, “Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.” Allah menginginkan kita untuk tidak takut dan terus menjadi pewarta kabar keselamatan-Nya. Ia jauh lebih mengasihi kita bila dibandingkan dengan burung pipit. Ia akan terus mendampingi kita dan memberikan janji kedatangan Adam Baru yang menyelamatkan dan mengantar kita untuk bersatu dengan-Nya.
(Redaksi LJ)
“Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah” (Mat. 10:27).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah aku supaya menjadi pewarta yang bijak untuk menyatakan sukacita bagi sesamaku. Amin











