Hari Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9,19-12; Yoh. 15:12-17.
Bacaan pertama mengisahkan tentang Yudas dan Silas yang diutus untuk menggantikan peran Barnabas dan Paulus di Antiokhia. Mereka ditugaskan untuk membawa surat kepada jemaat. Melalui surat ini tersebut, jemaat menjadi bersukacita karena isinya yang menghiburkan. Sebab surat tersebut menyatakan kasih karunia Allah dan keselamatan bagi semua orang, jika mereka melakukan kehendak Allah.
Yesus dalam bacaan Injil mengajarkan tentang sesuatu hal yang penting yang merupakan dasar hidup setiap orang beriman. Yesus menghendaki agar semua orang dapat saling mengasihi. Bahkan, Ia mengatakan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Hal ini sejatinya menjadi nyata dalam pribadi Barnabas dan Paulus yang didengarkan dalam bacaan pertama. Mereka rela mempertaruhkan nyawanya demi nama Tuhan Yesus Kristus. Pertanyaannya, mengapa mereka berani mempertaruhkan nyawa demi Yesus? Secara sederhana dapat dijawab bahwa mereka sadar akan Yesus yang telah mengangkat mereka menjadi sahabat-sahabat-Nya.
Barnabas dan Paulus membuktikan kasih mereka dengan rela mati demi Yesus. Mereka sungguh menunjukkan bahwa mereka adalah sahabat-Nya. Saling mengasihi akan sungguh-sungguh nyata jika ada campur tangan dari Roh Kudus. Bahkan, Gereja purba pun dapat hidup, karena tuntunan Roh Kudus. Sebab, dengan kehadiran Roh Kudus, semua masalah dapat terselesaikan, sebagaimana persoalan di Yerusalem yang dikisahkan dalam bacaan pertama.
Dengan demikian, kasih dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan ini. Akan tetapi, kasih tersebut tidak lain berasal dari Roh Kudus. Sebab, melalui Roh Kudus, kasih yang kita miliki, dapat membawa kita kepada kesatuan dan kerukunan. Seperti halnya umat Gereja Perdana. Sehingga, berbagai perbedaan yang terdapat dalam kehidupan seperti adat, tradisi, budaya, dan hal-hal lainnya, tidak menjadi faktor pemecah belah persekutuan. Tetapi malah menjadi faktor penyatu kita semua, yang beriman kepada Kristus, agar dapat hidup rukun dalam kasih Allah. St. Agustinus pernah berkata: “Penyempurnaan seluruh pekerjaan kita adalah kasih. Itulah tujuan yang karenanya, kita berlari kepada-Nya, dan di dalamnya kita akan mengasoh, kalau kita telah mencapainya.”
(Fr. Andre Talia)
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:12).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bukalah hatiku agar bisa mencintai sesamaku. Amin.











