“Semangat Kesatuan”: Renungan, Kamis 17 Mei 2018

0
2659

Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,78,9-10,11; Yoh. 17:20-26

Identitas kesatuan berarti seluruh hidup dan karya saling berkaitan dalam setiap prosesnya. Satu berarti sehakikat tanpa ada perbedaan dan setiap unsur adalah saling berkaitan. Itulah mengapa, unsur kesatuan yang menjadi cita-cita sebuah komunitas harus sungguh tampak. Karena sebuah visi atau misi yang dibangun didasarkan pada kesatuan prinsip bersama untuk senantiasa mewujudkan keutuhan itu.

Bacaan hari ini memperkenalkan bagaimana semangat kesatuan itu menjadi sebuah hal terpenting bagi Yesus. Karena doa Yesus mau menunjukkan betapa menjadi berharganya kita bersatu dengan Dia. Harapan Yesus untuk kita bersatu dengan Dia adalah agar kita menjadi sempurna dalam hidup ini.

Dan sebagaimana Yesus sehakikat dengan Bapa dan Roh Kudus, maka Yesus ingin kita mengalami hal itu, yakni bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus. Karena itu, harapan Yesus inilah yang memberi kita harapan untuk bersatu dengan Kristus. Persatuan ini  membuka jalan kesatuan juga dengan Bapa dan Roh Kudus.

Semangat kesatuan inilah yang senantiasa diteladankan oleh Paulus ketika ia tampil di hadapan Mahkamah Agama untuk memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus. Karena sebagai orang yang sungguh bersatu dengan Kristus, maka ia akan menyatakan kebenaran bahwa Yesus telah bangkit dan menang atas maut.

Untuk itu, cara Paulus memberi kesaksian akan kebangkitan Yesus adalah buah dari semangatnya untuk senantiasa bersatu dengan Kristus. Itulah wujud keyakinan besar Paulus yang menjadi tantangan bagi kita.

Oleh sebab itu, menjadi sebuah harapan baru supaya kita sungguh bersatu dengan Kristus di masa Paskah ini. Agar supaya hidup dan karya kita semakin sempurna di dunia ini. Dan hal itu bisa terjadi, jika kita sungguh percaya dan tanpa takut mewartakan peristiwa kebangkitan sebagai dasar terbesar untuk mewujudkan kesatuan dengan Kristus.

Apabila kita sungguh bersatu dengan Kristus, maka pemazmur juga akan memberi keyakinan untuk kita bahwa kita akan disebut sebagai orang bahagia karena seluruh hidup kita didasarkan pada kesatuan dengan Kristus, “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”.  Maka adalah sebuah kebahagiaan jika kita bersatu dengan Kristus dan berusaha bertahan dalam kesatuan dengan Dia untuk mencapai kesempurnaan.

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu” (Yoh. 17:23).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, perkuatlah pengharapan kami untuk selalu dan senantiasa bersatu dengan Engkau yang adalah penyempurna hidup kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini