Pw S. Atanasius, UskPujG; (P)
Kis. 9:31-42; Mzm. 116-12-13,14-15,16,17; Yoh. 6:60-69
Menjadi murid Yesus bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan sebuah keputusan iman untuk siap memikul salib penderitaan bersama Yesus. Setiap orang yang ingin menjadi murid Yesus, harus memupuk dalam dirinya kesabaran, pengertian dan sikap ketaatan. Keputusan iman demikian tidak mudah bila manusia hanya mengandalkan beriman karena menyaksikan atau mendengar segala mujizat yang dilakukan oleh Yesus. Maka, menjadi murid Yesus harus mempunyai iman yang sungguh-sungguh akan Dia. Iman yang sungguh-sungguh akan Yesus membawa manusia pada keselamatan dan sukacita.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang cara untuk menjadi murid yesus yakni beriman dengan sungguh-sungguh. Bacaan Injil menampilkan Petrus sebagai sosok yang teguh dalam iman . Ia hadir di saat para murid yang lain tidak menerima perkataan yesus. ketika Yesus bertanya kepada para murid apakah kamu tidak mau pergi juga? Petrus kemudian menjawab, Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Sebuah jawaban yang menunjukan bahwa Petrus dan rasul lainnya benar-benar mempunyai iman yang besar kepada Yesus. Mereka percaya dengan sungguh kepada-Nya.
Di lain sisi, jawaban dari Petrus mau mengatakan juga bahwa Yesus yang kita imani adalah sumber keselamatan semua manusia. Dia adalah Roti hidup, yang turun dari surga untuk menyelamatkan manusia. Melalui Dialah keselamatan dan sukacita itu terjadi. Iman yang sungguh kepada Yesus terbukti dalam bacaan pertama, lewat kisah dari Eneas dan Dorkas. Eneas yang sakit disembuhkan dan Dorkas yang telah mati dibangkitkan. Hal itu boleh terjadi karena iman mereka kepada Yesus.
Iman yang besar kepada Yesus ditunjukan juga oleh sosok St. Atanasius yang kita rayakan hari ini. Imannya yang besar akan Yesus membuatnya berani tampil untuk melawan ajaran-ajaran Arius yang mengatakan bahwa Yesus tidak se-hakikat dengan Allah. Berkat imannya itu, St. Atanasius dijuluki sebagai Dokter Gereja dan juga pembela iman yang paling gigih yang pernah ada.
(Fr. Pieter Lermatan)
“Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yohanes 6:67)
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus Sang Jurus selamat kami, sabda-Mu adalah pelita bagi jalanku. Kuatkanlah aku dalam menjalankan sabda-Mu. Sehingga aku semakin kokoh menjadi murid-Mu.











