“Mewartakan Injil”: Renungan, Sabtu 25 April 2020

0
3187

Pesta S. Markus, Pengarang Injil (M)

1 Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20

Perihal mewartakan tentang Yesus bukanlah tugas yang mudah. Hal yang penting untuk direnungkan adalah menjadi pewarta Injil bukan saja tugas utama para murid Yesus sendiri melainkan tugas semua orang yang sudah dibaptis menjadi murid-Nya.

Bacaan pertama dikisahkan mengenai situasi yang dihadapi saat mewartakan tentang Yesus. Tantangan yang dihadapi adalah adanya orang yang menerima Sabda Tuhan dengan hati yang congkak, penuh kekuatiran, bahkan dikatakan si Iblis pun berjalan keliling seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Kenyataan demikian seringkali membuat orang takut untuk bersaksi tentang Kristus.

Bacaan Injil mengisahkan para murid yang tidak percaya akan berita tentang kebangkitan Yesus setelah kematianNya. Yesus meneguhkan hati para murid agar berani bersaksi tentang Dia. Yesus tidak membiarkan para muridNya untuk pergi begitu saja melainkan meneguhkan hati mereka dengan karunia dan kuasa mengusir setan, berbicara dalam berbagai bahasa. Serta menyembuhkan orang yang sakit demi nama Yesus.

Kita juga terkadang mengalami hal serupa. Sebagaimana yang dialami para murid, selalu memiliki perasaan takut untuk mewartakan tentang Yesus. Seperti kisah pada bacaan pertama, ketika menghadapi situasi kegentingan bahwa orang lebih condong pada kenikmatan duniawi dibandingkan keselamatan kekal. Kesulitan bagi kita, mewartakan tentang Yesus adalah ketakutan yang diakibatkan oleh ketidakpercayaan akan Yesus yang diimani. Bagaimana kita mau mewartakan kepada orang lain agar percaya, kalau kita sendiri tidak percaya? Justru ketidakpercayaan inilah yang menimbulkan ketakutan dalam diri sebagai pengikut Kristus.

Lewat bacaan-bacaan hari ini kita diajak, pertama-tama harus memiliki kepercayaan akan Yesus yang kita Imani. Bahwa apa yang diwartakan adalah demi keselamatan kekal semua orang. Kedua, jangan takut mewartakan tentang Yesus karena Dia senantiasa menyertai kita dengan karunia Roh Kudus yang diperoleh lewat pembaptisan. Kita juga belajar dari St. Markus yang dirayakan oleh Gereja pada hari ini. Ia merupakan pribadi yang dengan gagah dan berani, semangat dan kepercayaan pada Yesus dalam mewartakan Injil Suci. Sehingga berani berhadapan dengan situasi yang mengancam dirinya. Jangan kuatir, pasrahkan seleluruhnya pada Tuhan yang senantiasa menyertai ke manapun kita pergi.

(Fr. Irman Bille)

“Serahkanlah kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu”. (1 Ptr. 5:7)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berilah aku kepercayaan yang teguh agar selalu berani untuk mewartakan Sabda KasihMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini