“Roh Yang Menghidupkan”: Renungan, Senin 20 April 2020

0
2729

Hari Biasa Pekan II Paskah (P).

Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8. 

Hari ini penginjil Yohanes menampilkan kisah percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Sebagai orang farisi, dan pemuka agama, tentu Nikodemus memiliki kepandaian dalam hal kitab suci. Walaupun demikian, ia sungguh rendah hati, sehingga ia terbuka untuk datang belajar pada Yesus. Namun sebelum ia menyampaikan segala pergumulannya itu, Yesus sudah tau apa yang hendak ditanyakan olehnya, yaitu perihal keselamatan. Maka Yesus pun berkata kepadanya; “Sesungguhnya jika orang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah”. Jawaban dari Yesus ini membuat Nikodemus bertanya-tanya dalam hatinya, “bagaimanakah mungking seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah ia kembali ke dalam Rahim ibunya dan dilahirkan lagi? Hal ini tentunya tidak masuk akal, namun ingat bahwa apa yang dipikirkan oleh Allah itu berbeda dengan yang dipikirkan oleh manusia. Dan sekali lagi Yesus menegaskan bahwa, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan oleh daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan oleh Roh adalah roh.

Yang dimaksudkan lahir kembali oleh Yesus adalah kita dilahirkan kembali dalam manusia roh agar kita dapat melihat kemulian Tuhan, yakni kerajaan Allah. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa kita dapat masuk ke dalam kerajaan Allah karena kasih dan anugerah dari Tuhan semata, bukan dari hasil perbuatan baik kita semata.

Rasul Petrus dan Yohanes Bersama dengan jemaatnya telah menunjukan suatu sikap hidup yang baik. Walaupun mereka hidup di dalam ketegangan akan ancaman dari para petinggi saat itu namun mereka tidak gentar dan tetap berpegang teguh pada Tuhan. Mereka berkumpul dan berdoa Bersama maka turunlah roh Tuhan atas mereka. Roh Kudus itulah yang membaharui mereka, sehingga berani menyampaikan dan mewartakan sabda Tuhan kepada banyak orang.

Oleh karena itu sebagai orang Kristen yang telah menerima sakramen pembaptisan, marilah kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, dengan senantiasa mendengarkan firman-Nya. Dengan ini tentu kita yakin dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai perjalanan hidup kita.

(Fr.Albebrtus Ranbasar)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah” (Yoh 3:3).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, buatlah kami senantiasa percaya pada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini