“Jangan Ragu Hatimu!”: Renungan, Kamis 16 April 2020

0
2748

Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah (P)

Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-38

Dalam kehidupan sehari-hari semua orang pastinya tidak terlepas dari yang namanya masalah. Permasalahan yang dihadapi tentu saja berbeda-beda bagi setiap orang, ada yang karena permasalahan politik, social, ataupun yang biasanya terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu masalah ekonomi. Ketika mengalami permasalahan ini, kadang-kadang tidak sedikit orang yang mudah menyerah dan pada akhirnya jatuh hanya karena keraguan mereka dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Ini juga diakibatkan oleh kurangnya kepercayaan mereka akan pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu yang pertama-tama menjadi permasalahan bagi setiap orang adalah apakah mereka tetap percaya akan pertolongan Tuhan atau tetap terkurung dalam keraguan hati mereka?

Saudara/i permasalahan mengenai keraguan akan pertolongan Tuhan ini juga sering kita jumpai dalam kitab suci. Dalam bacaan pertama, diceritakan bahwa banyak orang yang tidak percaya akan perbuatan Petrus saat ia menyembuhkan orang lumpuh padahal ia berbuat hal itu karena kuasa dari Allah sendiri. Adapun dalam bacaan Injil ketika Yesus menampakkan diri di tengah-tengah murid-muridNya yang sedang berkumpul, mereka terlihat tidak percaya dan bahkan dikatakan dalam Injil bahwa mereka seperti melihat hantu.

Para murid merasa ragu dan tidak percaya akan apa yang mereka lihat di depan mereka. Seakan-akan mereka telah kehilangan ikatan yang kuat yang telah mereka bangun ketika bersama-sama dengan Yesus. Mereka kehilangan iman yang telah ditumbuhkan oleh Yesus dalam diri mereka.

Sikap seperti inilah yang juga sering kita tidak sadari telah kita perbuat dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak menyadari bahwa Tuhan selalu hadir bersama-sama dengan kita dimanapun dan kapanpun. Sikap seperti inilah yang membuat kita mudah menyerah dan jatuh, karena diri kita telah terperangkap dalam permasalahan kita sendiri. Meksipun Tuhan selalu menyediakan bagi kita jalan terbaik, tetapi tidak jarang kita memilih jalan lain yang sebenarnya malah menjauhkan diri kita dari Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita semua merubah sikap keragu-raguan terhadapa jalan Tuhan dan tetap terus percaya kepadanya sambil berdoa, memohon kepadaNya untuk selalu membimbing kita dalam peziarahan kita di dunia ini.

(Fr. Ronald Pata)

“Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu” (Kis. 3: 26).

Marilah Berdoa:

Ya Allah, bukalah hati kami agar kami selalu percaya kepada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini