“Jangan Takut”: Renungan, Sabtu 11 April 2020

0
5134

Pagi: Sabtu Suci; Malam: Malam Paskah (P)

Kej. 1:1 – 2:2 (panjang) atau Kej 1:1,26-31a (pendek); Mzm. 104:1-2a, 56,10,12,13-14,24,35c atau Mzm. 33:4-5,6-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18 (panjang) atau Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18 (pendek); Mzm 16:5,8,9-10,11; Kel. 14:15-15:1; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Yes 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd, 5-6; Bar.3:9-15,32-4:4; Mzm. 19:8,9,10,11; Yeh 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 atau kalau ada pembaptisan MT Yes. 12:2-3, 4bcd,5-6 atau juga Mzm. 51:12,13,14-15, 18-19; Rm. 6:3-11; Mzm 118:1-2,16ab,17,22-23; Mat. 28:1-10.

Dalam kehidupan kita setiap hari, mendengar peristiwa kebangkitan orang mati atau jika kita melihat arwah dari sanak saudara kita yang sudah meninggal adalah suatu peristiwa yang begitu menggemparkan. Sehingga, ada yang merasa takut  namun ada juga yang merasa senang dan gembira karena melihat sanak-saudara yang sudah meninggal.

Dalam bacaan Injil diceritakan tentang kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Yesus ini merupakan berita sukacita di mana Yesus menang atas maut. Lewat peristiwa kebangkitan ini Tuhan Yesus mau memperlihatkan kepada kita bahwa tidak ada kekuatan mana pun apalagi kuasa dosa yang dapat mengalahkan Kuasa Allah. Yang menjadi refleksi kita adalah, apakah kita sudah berani untuk mewartakan Yesus yang bangkit atau malahan kita merasa takut untuk mewartakan Yesus yang sudah bangkit dan lewat kebangkitan itu dosa kita diampuni?  Kita sebagai orang beriman kepada Kristus, diajak untuk menjadi martir pada zaman milenial ini di mana kita harus berani memberikan kesaksian tentang Kristus baik itu dalam tindakan maupun dalam perkataan. Contoh Konkret dalam kehidupan kita sekarang ini yaitu terkadang kita malu  dan takut mengakui Iman Katolik kita sehingga dengan membuat Tanda Salib  sebelum makan di tempat umum sudah tidak dilakukan lagi. Hal itu tidak dilakukan karena kita sudah merasa malu jangan-jangan karena dengan membuat Tanda Salib kita akan dihina atau diejek. Lewat peristiwa kebangkitan ini juga kita diajarkan untuk lebih berani memberikan kesaksian kepada semua orang dan di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat ini.

Dalam pesannya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jangan takut. Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sana mereka akan melihat Aku. Kita harus menyadari bahwa peristiwa kebangkitan ini adalah suatu motivasi dan juga dorongan bagi kita semua agar kita dapat lebih berani untuk bersaksi tentang iman kita. Kristus telah Bangkit, marilah kita wartakan kebangkitannya. Maut telah dihancurkannya karena kita yakin bahwa Kristus adalah pemenang jaya.

(Fr. Rafael Montung)

Jangan Takut. Pergilah dan katakanlah kepada saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:10)

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk selalu berani bersaksi tentang Engkau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini