“Bersyukur”: Renungan, Selasa 24 Desember 2019

0
2779

Hari Biasa Khusus Adven (U)

2Sam. 7:1-5,8b-12,16; Mzm. 89:2- 3,4-5,27,29; Luk. 1:67-79

Menjadi orang beriman merupakan cita-cita luhur yang menyelamatkan. Ciri tindakan orang beriman yang mudah kita lakukan adalah menjalani hidup kita dengan baik, benar, penuh syukur serta mampu memaknai rahmat yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Bacaan-bacaan hari ini menampilkan dua tokoh yakni Raja Daud dan Zakharia. Mereka adalah contoh orang-orang yang beriman kepada Tuhan.

Dalam bacaan pertama, dilukiskan tentang janji Tuhan kepada keluarga dan kerajaan Raja Daud. Raja Daud sendiri adalah orang pilihan Tuhan. Sebagai raja, ia melakukan tugasnya dengan baik sehingga Tuhan memberi janji kepada Daud melalui seruan nabi Natan: “Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.” Raja Duad dan keluarganya berserta kerajaannya diberkati oleh Tuhan. Karena itu Raja Daud yang merasa terberkati kemudian menghaturkan doa syukur kepada Tuhan.  

Dalam bacaan Injil, kita mendengar kisah yang mirip dengan kisah di atas. Zakharia dan nyayian pujiannya. Zakharia adalah suami dari Elizabet yang dikunjungi oleh Bunda Maria dan ayah dari Yohanes Pembaptis. Zakharia adalah seorang beriman yang saleh dan seorang pemimpin jemaat. Sebelum perisitiwa kelahiran Yohanes Pembaptis, Zakharia menjadi orang bisu. Dalam kebisuannya itu ia merenungkan penyelenggaraan Tuhan yang terjadi padanya dalam melayani jemaat. Ketika anaknya lahir, ia beri nama Yohanes Pembaptis, lalu terbukalah mulutnya dan tidak bisu lagi.

Kemudian Zakharia menyanyikan pujian untuk mengakui karya agung Tuhan: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,… Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu.” Suatu pujian yang mengungkapkan kekaguman terbesar dalam hidupnya. Ia memandang wajah anaknya seraya mengerti sepenuhnya bahwa Tuhan tengah memulai sesuatu yang baru dan berarti dalam sejarah hidup manusia. Tanpa-Nya hidup ini tak berarti sama sekali.

Tetapi apakah kita dapat bersikap seperti Raja Daud dan Zakharia? Penebus yang kita nantikan lahir untuk memberikan kesadaran baru ini, bahwa dengan Tuhan segala yang terjadi dalam hidup memiliki makna.

(Fr. Leo Sonny Songbes)

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya”
(Luk. 1:68).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sadarkan aku untuk menjadi orang beriman yang sejati yang tau untuk memaknai hidup ini. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini