Hari Minggu Paskah ke VI (P).
Kis. 10:25-26,34-35,44-48;Mzm98:1,2-3ab,3cd-4; 1Yoh. 4:7-10; Yoh. 15:9-17
Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, Santo Paulus berkata:“Dan, sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna”. Perkataan Santo Paulus ini, hendak menekankan hakekat dari kehidupan kita sebagai umat manusia terutama sebagai pengikut kristus, yaitu kasih (love). Kasih menjadi dasar kehidupan kita untuk ambil bagian dalam karya dan janji keselamatan Allah.
Salah satu perintah yang diberikan Yesus kepada para rasul-Nya pada peristiwa pembasuhan kaki yang diungkapkan dalam bacaan Injil adalah perintah untuk saling mengasihi. Perintah ini mengungkapkan inti dari karya keselamatan dan kehendak Allah bagi umat manusia. Allah menghendaki agar semua orang selamat. Allah mengasihi semua orang tanpa terkecuali. Kemurahan kasih Allah diungkapkan oleh Rasul Yohanes dalam suratnya yang pertama (1Yoh.) yakni “Allah adalah kasih dan sumber kasih itu sendiri”.
Kasih inilah yang ditegaskan Yesus dalam perintah-Nya yaitu perintah untuk saling mengasihi. Secara mendalam, saling mengasihi mau menunjukkan bahwa kita adalah satu persekutuan, keluarga, saudara dan sahabat, sama seperti Yesus memanggil kita sahabat. Saling mengasihi memampukan kita untuk tidak saling membeda-bedakan, tidak pilih kasih, bersikap adil serta saling mengampuni satu sama lain.
Saudara terkasih, Paskah menjadi bukti nyata kasih Allah bagi kita umat manusia. Berkat kasih-Nya yang besar, Dia rela mengorbankan nyawa-Nya di salib demi menyelamatkan kita. Maka dari itu, saling mengasihi harus menjadi dasar bagi seluruh kehidupan kita dan juga menjadi pedoman perilaku hidup kita. Kasih itu bukan hanya kata-kata semata, tetapi kasih itu tampak dalam perbuatan sehari-hari.
Jadi, sebagai umat beriman kita perlu melaksanakan perintah Yesus untuk saling mengasihi dalam kehidupan kita, baik dalam lingkup keluarga, Gereja, antar umat beriman dan masyarakat, terutama dalam konteks membangun relasi yang baik antar umat beragama.
(Fr. Evan Jabar).
“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” ( Yoh. 15:17).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikanlah aku pewarta cinta kasih-Mu.











