Hari Biasa
Khusus Adven (U)
Hak. 13: 2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a, 5-6ab, 16-17; Luk. 1:5-25
Manusia adalah mahkluk ciptaan Allah yang paling istimewa karena diciptakan serupa dengan Allah. selain itu, manusia juga diberi kuasa untuk alam ciptaan dan kemampuan yang membedakannya dengan ciptaan lain. Walau demikian, manusia tidak sempurna seperti Allah Sang Pencipta. Banyak kelemahan yang dapat kita temukan dalam sejarah kehidupan umat manusia. Banyak tindakan manusia yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Adalah fakta dan kebenaran bahwa manusia banyak memiliki keterbatasan dalam dirinya. Walaupun demikian, Allah tetap mengampuni dan mengasihi setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan manusia. Bahkan lebih dari itu, Allah mengangkat kita menjadi anak-Nya dan melibatkan kita dalam karya keselamatan. Ini adalah salaah satu bentuk ungkapan kasih Allah yang begitu dalam dan melampaui daya nalar manusia.
Kasih Allah tersebut diungkapkan dalam sabda Tuhan hari ini yang menguraikan tentang keterlibatan manusia dalam karya keselamatan-Nya. Kasih Allah demikian nampak dalam beberapa hal penting. Pertama, pengertian. Keterlibatan manusia dalam karya keselamatan hendak menunjukkan bahwa Allah sungguh mengerti akan situasi kehidupan kita. Allah mengerti akan keterbatasan manusia. Karena itu, Dia menggunakan cara manusiawi untuk menarik orang kepada keselamatan. Dia tidak menggunakan cara-Nya yang tidak dapat dipahami oleh keterbatasan manusia. Ia tahu dengan pasti cara seperti apa yang dapat menarik setiap orang kepada-Nya. Dia adalah Allah Yang Maha Tahu. Kedua, keselamatan. Keterlibatan manusia dalam karya Allah memiki tujuan yang mulia yaitu keselamatan. Ini adalah puncak dari kasih Allah. Supaya semua orang dapat bersatu dengan Dia dalam kemuliaan. Agar semua orang dapat menikmati kebahagiaan di Surga bersama para malaikat. Itulah tujuan, dambaan, kepenuhan yang diterima setiap orang ketika bersatu dengan Dia.
Kita sebagai orang beriman, melalui sakramen inisiasi telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Hal itu berarti kita menjadi ahli waris. Menjadi ahli waris berarti bersama Allah melaksanakan karya keselamatan-Nya. Sebab itu, kita mesti membuka diri untuk menerima rahmat dari Allah untuk terlibat dalam karya-Nya.
Zaman sekarang ditandai dengan perkembangan teknologi yang luar biasa. Peluang dan kesempatan tesebut dapat kita gunakan untuk mewartakan karya Allah bagi banyak orang. Teknologi dapat kita gunakan sebagai sarana untuk kemuliaan Allah.
(Fr. Amatus Watkaat)
“Aku datang dengan keperkasaan Tuhan, hendak memahsyurkan keadilan-Mu” (Mzm. 71:16).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikan aku alat-Mu. Amin











