Hari Biasa
Khusus Adven (U)
Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab, 7-8,17; Mat. 1:1-17
Identitas diri seseorang terkadang menjadi penentu akan relasi seseorang dengan kerabatnya. Tetapi identitas itu juga membuat seseorang mudah dikenal dalam relasi tersebut. Adanya sebuah identitas menjadi jelas bahwa kecil kemungkinan akan munculnya pertanyaan sana-sini tentang seseorang itu.
Bacaan injil hari ini dikisahkan tentang silsilah Yesus Kristus. Penginjil Matius memiliki banyak alasan sehingga menempatkan silsilah ini di awal Injilnya. Salah satunya, Matius memulainya dengan daftar silsilah menurut garis keturunan Yesus melalui Yusuf sebagaimana kebiasaan Yahudi pada waktu itu. Walaupun Yusuf bukan merupakan ayah Yesus secara biologis, tetapi ia tetap merupakan ayah secara hukum. Sebab Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan menjadi keturunan Abraham dan Daud.
Kisah tentang silsilah Yesus Kristus yang ditampilkan oleh Penginjil Matius memberikan penekanan akan identitas diri Yesus sendiri. Ia dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria. Kelahiran-Nya memiliki garis keturunan yang jelas sehingga Ia tidak hanya memiliki identitas sebagai anak Allah, tetapi juga sebagai anak manusia.
Kemanusiawian Yesus nampak melalui cara dirinya bergaul, melangsungkan aktivitasnya, dan hal-hal apa saja yang sewajarnya dibuat oleh orang pada umumnya. Disamping itu, Ia diberi gelar anak Allah, karena Ia dapat melakukan mukjizat seperti yang dihayati dan diimani oleh orang-orang pada zaman-Nya tentang Allah yang hidup. Kesaksian Yesus itu, memberi jawaban kepada banyak orang akan identitas dalam diri-Nya bahwa Tunas Baru akan tumbuh dari tanduk Isai dan akan dilahirkan dari keturunan Daud. Daud adalah orang terpandang di negerinya pada zamannya, sehingga setiap orang yang terlahir dari keturunanya pun dipandang sebagai orang besar, orang terpandang, dan orang yang cukup disegani. Yesus dikenal bukan karena membawa label dalam garis keturunan Daud, tapi cara hidup yang lebih dekat dengan orang-orang kecil membuat dirinya dicintai dan menjadikan diri-Nya sebagai guru kehidupan banyak orang.
Masa Adven menjadi masa yang penuh rahmat karena kita diajak untuk melihat akan identitas diri Yesus sebagaimana yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini. Tetapi lebih dari itu, kita diajak untuk berani mengungkapkan akan jati diri kita yang sesungguhnya. Kita tidak sepenuhnya sempurna tetapi kesempurnaan kita akan menjadi nyata kalau kita menyadari akan identitas diri kita dalam relasi kehidupan kita sehari-hari.
(Fr. Petrus Fransiskus Kowarin)
“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Mat. 1:1)
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami untuk semakin mampu mengenal diri kami masing-masing. Amin











