Hari Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 29: 17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9: 27-31
Tuhan adalah terangku dan keselamatanku kepada siapakah aku harus takut ? Dalam hidup ini, seringkali kita mengalami penderitaan, kesusahan, cobaan dan berbagai hal yang membuat hidup ini terasa sulit untuk dijalani. Kesulitan hidup selalu memperhadapkan orang beriman pada dua keadaan yakni tetap beriman dengan bersyukur dan menyerahkan semuanya ke dalam penyelenggaraan ilahi atau mengeluh dan memberontak pada Tuhan dengan menjauhkan diri dari pada-Nya. Bacaan Injil hari ini menegaskan bagaimana menyikapi kesulitan dan cobaan hidup ini yakni dengan tetap berserah dan mempercayakan semuanya kepada Tuhan. Dikisahkan bahwa ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya ada dua orang buta mengikutinya sambil berseru “kasihanilah kami, hai Anak Daud”. Seruan dua orang buta ini merupakan ungkapan kepercayaan mereka kepada Yesus, bahwa Ia mampu menyembuhkan mata mereka yang buta. Seruan mereka itu ditanggapi Yesus dengan bertanya, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Dan ketika mereka menjawab “Ya Tuhan, kami Percaya” saat itulah mukjizat terjadi.
Kisah dalam Injil Matius memberi pesan bagi semua orang beriman bahwa sesuatu yang datang dari Tuhan yaitu mukjizat senantiasa akan terlaksana dan akan tetap ada. Apabila setiap umat beriman mengambil dua syarat penting dalam hidup beriman mereka, yaitu bertindak dan berserah kepada-Nya. Bertindak sama seperti dua orang buta itu yang berusaha menggapai Tuhan meskipun hanya dengan berkata-kata dan memanggil Dia. Dan berserah dengan tetap percaya bahwa Dia dapat menyelenggarakan segalanya dalam hidup mereka.
Hari-hari ini Gereja dan seluruh umat Allah memasuki masa Adven. Pada masa ini Gereja memanggil umatnya untuk tetap menjaga hati dan mempersiapkan diri menyambut Sang Sabda yang menjadi manusia. Dalam masa persiapan tersebut, umat diajak lewat Injil hari ini untuk percaya bahwa Ia mampu melakukan segala sesuatu meskipun itu adalah sesuatu yang mustahil, sebab tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.
Kesulitan demi kesulitan akan dihadapi selama masih berada di dunia ini namun apabila setiap orang tetap setia pada-Nya, dengan mempercayakan semuanya ke dalam penyeleggaraan ilahi yakinlah nubuat nabi Yesaya bahwa orang-orang sengsara akan bersukaria di dalam Tuhan akan digenapi dalam hidup ini dan pada akhirnya mereka akan diam di rumah Tuhan seumur hidup untuk menyaksikan kemurahan Tuhan.
(Fr. Gregorius Legi)
“Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat. 9: 27b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, kasihanilah kami sebab kami percaya kepada-Mu. Amin











