“Dasar yang Kokoh”: Renungan, Kamis 05 Desember 2019

0
3279

Hari Biasa Pekan I Adven (U)

Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27

Secara umum, setiap manusia menginginkan agar memiliki dan tinggal dalam sebuah rumah yang bagus. Rumah yang bagus tidak mungkin dibangun dengan asal-asalan, atau tanpa dasar yang kokoh. Ada banyak rumah yang bagus, namun hanya sedikit rumah yang bagus dan kuat serta tahan lama.

Injil hari ini menarik untuk disimak sebab di sana Yesus mengatakan kepada para murid-Nya tentang dua macam dasar. Ia mengatakan bahwa orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, sama dengan mereka yang mendirikan rumah di atas batu, sehingga ketika datang angin dan banjir rumah itu tetap berdiri kokoh. Sebaliknya, yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melaksanakannya, bagaikan orang yang mendirikan rumah di atas pasir, ketika datang angin dan hujan maka rumah itu rubuh dan hebatlah kerusakannya.

Kita semua, terutama para pengikut Kristus telah mendengar karya-karya Yesus dan perkataan-perkataan-Nya yang sungguh mulia, dan kita tetap diberikan pilihan berdasarkan kehendak bebas untuk bijak dalam memilih dan melakukan apa yang Yesus katakan. Sebenarnya rumah yang dimaksudkan Yesus yakni hidup kita. Kita diberikan pilihan untuk menentukan dasar hidup kita. Ada banyak dasar dan cara hidup yang mewah, bergengsi, namun biasanya tidak bertahan lama. Tetapi hidup berdasarkan sabda Tuhan Yesus adalah suatu kebajikan karena orang memilih membangun hidup yang sejati. Sabda Tuhan akan menuntun hidup orang percaya pada kesempurnaan dan keabadian. Pemazmur membantu kita dengan kesaksian hidupnya berdasarkan sabda Tuhan dengan mengatakan bahwa langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabda Tuhan akan bertahan, kekal abadi untuk selama-lamanya.

Memang melakukan sabda Tuhan itu sulit dan terkadang berat, namun seperti itulah jika orang menginginkan hidup yang bagus dan bertahan, bagaikan sebuah rumah yang didirikan di atas batu (dasar yang kokoh), tetapi berjuanglah! Orang yang hidup menurut sabda Tuhan tidak mudah terombang ambing oleh berbagai macam tantangan dan godaan yang datang sebab ia berdiri atas dasar yang kuat. Setiap orang yang memilih dan mendasarkan seluruh hidupnya atas sabda Tuhan, ia akan memiliki hidup yang terhormat di mata Allah dan manusia, ia hidup secara bermartabat, hidup sebagai anak-anak Allah.

(Fr. Benano Titirloloby)

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat. 7:24).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat hidup seturut firman-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini