“Pikir Selamat Boleh!”: Renungan, Sabtu, 23 November 2019

0
1883

Hari Biasa (H)

1Mak. 6: 1-13; Mzm. 9: 2-3,4,6,16b,19; Luk. 20: 27-40

Kebanyakan orang hanya memikirkan apa yang ia perbuat dan ia hasilkan dalam kehidupannya pada saat tertentu. Tanpa mau memikirkan apa yang akan terjadi dalam kehidupan selanjutnya. Ketika ia harus meninggalkan dunia ini. Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan semua orang beriman akan pentingnya memikirkan Kerajaan Surga.

Bacaan pertama mengisahkan kehidupan raja Antiokhus Epifanes yang karena kekuasaannya, telah bertindak lebih dengan hendak menjarah kota Elimais. Kota di negeri Persia dan juga kota-kota bangsa Yahudi. Anthiokhus Epifanes tidak memikirkan Allah yang selalu melindungi bangsa Yahudi, Allah yang bersemayam dalam Kerajaan Surga. Akibatnya, ia dan seluruh pasukannya dikalahkan. Segala berhala-berhala yang keji pun dihancurkan. Bahkan, Anthiokhus Epifanes meninggal karena kesesakannya.

Injil pun mengisahkan tentang beberapa orang Saduki yang bersoal-jawab dengan Yesus tentang hal kebangkitan. Jawaban yang dilontarkan oleh Yesus pun membongkar cara berpikir mereka yang sesat dan tak beriman. Yesus menegaskan bahwa, di dunia ini orang kawin dan dikawinkan. Tetapi mereka yang layak bagi Kerajaan Surga, tidak lagi kawin dan dikawinkan. Sebab, mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah. Yesus meluruskan jalan pikiran mereka bahwa, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub adalah Allah orang hidup dan bukan Allah orang mati, sebab di hadapan Dia, semua orang hidup.

Sebagai orang beriman, kita semua diajak untuk tetap percaya kepada Allah dan mengimani Dia yang telah menciptkan kita semua. Melalui Injil, Yesus mengajarkan kita  cara untuk hidup di dunia ini. Dengan berbuat baik dan tidak merugikan orang lain. Tidak berbuat jahat, apalagi mengajarkan ajaran sesat kepada orang lain. Yesus menghendaki kita untuk menjadi orang yang mau memikirkan masa depan dalam Kerajaan Surga.

Tentu kita sebagai orang beriman, mau untuk mengalami kebangkitan dari antara orang mati. Diperkenankan untuk hidup dan tinggal bersama dengan Allah dalam Kerajaan-Nya. Apa yang harus kita perbuat? Mengacu pada bacaan-bacaan hari ini, kita belajar untuk tidak menjadi orang yang mementingkan harta duniawi, seperti raja Anthiokhus Epifanes. Karena tindakan demikian akan mendatangkan malapetaka bagi diri kita sendiri. Kita juga hendaknya percaya kepada Allah dan segala rancangan-Nya. Sebab dengan mengimani Dia, kita akan disatukan bersama dengan-Nya dalam Kerajaan-Nya.

(Fr. Johanis H. Raharusun)

”Guru, jawab-Mu itu tepat sekali” (Luk. 20:39).

Marilah berdoa:

Tuhan, kuatkanlah imanku akan Dikau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini