“Rumah Doa”: Renungan, Jumat 22 November 2019

0
3012

Pw S. Sesilia, PrwMrt (M)

1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11 abc, 11d-a2a, 12bcd; Luk. 19:45-48

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang dan bahkan termasuk kita sering salah menempatkan diri. Tempat dimana diharapkan agar bebas dari asap rokok, namun ada saja orang yang selalu berusaha untuk merokok, misalnya dalam angkot. Kebiasaan seperti ini akhirnya terbawa sampai ke lingkungan tempat ibadah. Sudah jelas bahwa kita pergi ke tempat ibadah untuk beribadah bersama, Namun terkadang kita menggunakan kesempatan tersebut untuk berkumpul dan bercerita atau merokok.

Lebih parahnya lagi ketika sudah di dalam gereja kita masih saja bercerita dengan sesama bahkan sampai tertawa. Kita juga sering bermain handphone pada saat berada di dalam rumah ibadah. Ada begitu banyak hal yang sudah menjadi kebiasaan kita ketika berada di rumah ibadah, entah sengaja maupun tidak sengaja.

Pada hari ini melalui Injil kita ditegur oleh Yesus. Yesus menegur kita karena kebiasaan kita yang tidak wajar. Ia dengan keras mengusir semua pedagang yang berjualan di Bait Allah dan dengan tegas mengatakan bahwa Bait Allah adalah tempat doa orang Israel, tempat yang suci, tempat dimana terjalin relasi intim dan personal Allah dengan umat-Nya. Di dalam tempat ibadah ini Sabda Allah diperdengarkan dan direnungkan. Dengan demikian Gereja adalah tempat  suci dimana Allah tinggal dan bersabda kepada kita.

Yesus marah bukan berarti Ia membenci orang-orang itu, tetapi Ia hendak menegaskan dan mengingatkan bahwa Bait Allah adalah tempat kudus, tempat dimana kita menjumpai dan dijumpai oleh Allah. Yesus menegur kita untuk tidak boleh menjadikan gereja sebagai tempat untuk berkumpul dan bercerita bersama atau tempat untuk merokok dan menunjukkan barang-barang mewah yang kita miliki. Kita harus sungguh-sungguh menjadikan gereja sebagai tempat doa, tempat dimana kita berjumpa dengan Allah. Kita juga dapat belajar dari Santa Sesilia. Ia menjadikan rumah tempat tinggalnya sebagai tempat ibadah, yang pada akhirnya banyak orang kafir di baptis menjadi pengikut Kristus. Dengan demikian, Allah selalu menjumpai kita dan kita pun terus diberkati sepanjang hidup kita.

(Fr. Rio Sakbal)

“Kata Yesus kepada mereka, “Ada tertulis: rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk. 19:46).

Marilah berdoa:

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang selalu tahu menempatkan diri dan berikanlah kesadaran akan pentingnya gereja sebagai tempat perjumpaan dengan-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini