“Damai Tuhan Besertamu”: Renungan, Kamis 21 November 2019

0
3040

Pw. SP Maria Dipersembahkan Kepada Allah

1 Mak. 2:15-29;Mzm. 50:1-2, 5-6, 14-15; Luk. 19:41-44

Jangan biarkan damai ini pergi, jangan biarkan semuanya berlalu, hanya pada-Mu Tuhan, tempat ku berteduh dari semua kepalsuan dunia. Lirik lagu karya Chrisye ini melukiskan betapa indahnya damai kasih Tuhan dalam hidup manusia. Hidup dalam damai bukanlah sebatas konsep dunia, melainkan juga hidup dalam Kristus. Sebab, Dia ada dalam diri manusia.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang penolakan terhadap damai Tuhan.  Hal ini dikarenakan keangkuhan dan ketidakpercayaan penduduk Yerusalem yang telah menolak identitas Yesus sebagai Sang Damai. Mereka tidak membutuhkan damai yang dibawa oleh Allah dalam diri Yesus. Mereka lebih mementingkan kehidupan pribadi, sehingga kehadiran Allah di tengah-tengah mereka tidak diketahui.

Yesus mencintai kota Yerusalem. Tetapi, mereka tidak mengerti dan mengenal damai sejahtera dari Yesus. Situasi inilah yang nantinya akan membuat kota Yerusalem hancur karena tidak mengenal Allah yang ingin melawat umat-Nya.

Dalam kehidupan ini, terkadang kita juga tidak peduli akan kehadiran Allah yang ingin melawat dan memberikan damai kepada kita. Kita hanya menyibukkan diri dengan kepentingan duniawi. Kedamaian bagi kita hanyalah kebahagiaan dalam mendapat uang, kedudukan, kekayaan, dan sebagainya. Kita  seharusnya perlu bersyukur akan damai Kristus sebab, damai yang diberikan-Nya jauh berbeda dengan dunia ini. Damai di dunia ini tidak bersifat kekal dan hanya semu karena bergantung pada keadaan dan suatu saat bisa hilang. Tetapi, damai dari Kristus menyempurnakan hidup kita sampai kehidupan kekal.

Gereja Katolik  hari ini merayakan SP. Maria dipersembahkan kepada Allah. Pada usia 3 tahun, St. Yoakim dan Sta. Anna membawa Maria untuk disucikan di Bait Allah.  Hidup Maria telah sempurna karena menyatu dengan damai  Kristus. Maria bertumbuh dalam rahmat Tuhan sehingga nyatalah kemuliaan Tuhan.

Melalui bacaan injil hari ini, Yesus mau mengajak kita untuk tidak menutup mata pada kehadiran-Nya. Kita harus menerima dan mengenal Yesus supaya hidup kita selalu diberkati dan dilindungi oleh-Nya. Walaupun dalam masalah, kita perlu bersyukur karena damai Kristus  tetap ada dalam diri kita. Kita pun dapat meneladani hidup Bunda Maria, yang selalu mengenal dan mengerti akan tindakan Allah. Sehingga ia pun dimuliakan dan masuk dalam kebahagiaan abadi bersama Allah di surga.

(Fr. Laurens Renwarin)

“…..Karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau” (Luk. 19:44).

Marila berdoa:

Ya Tuhan, kami mau tinggal dalam damai-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini