“Jalan Kebenaran dan Hidup”: Renungan, Kamis 03 Mei 2018

0
3075

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Ras (M).

1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:23,4-5; Yoh. 14:6-14.

Setiap orang beriman pasti memiliki kebanggaan akan agamanya masing-masing. Agama diyakini sebagai jalan  yang benar untuk menuju pada keselamatan dan kehidupan kekal. Begitu pula dengan kita sebagai pengikut Kristus. Kita pun harus bangga karena beriman kepada-Nya. Namun seringkali kesetiaan kepada iman akan Kristus mudah terombang-ambing. Hal ini disebabkan karena adanya keragu-raguan dalam diri.

Dalam bacaan pertama, dikisahkan bagaimana Rasul Paulus menegaskan kembali inti Injil yang diwartakan kepada umat di Korintus yang imannya sedang terombang-ambing. Paulus menegaskan bahwa inti Injil yang diwartakannya adalah bahwa Kristus telah mati untuk menebus dosa manusia. Pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati. Paulus meluruskan dan menegaskan hal ini karena ada orang lain yang muncul di Korintus dan mewartakan Injil yang menyesatkan.

Penegasan yang sama juga disampaikan oleh Yesus di dalam Injil, lewat dialog-Nya dengan Rasul Filipus. Dalam dialog itu Filipus berkata, “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”. Hal ini mau menunjukkan bahwa Filipus menginginkan bukti nyata untuk percaya. Namun Yesus meyakinkan dia bahwa Dia dan Bapa-Nya adalah satu. Yesus menegaskan: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”.

Dalam kehidupan nyata sering kali kita meminta bukti untuk bisa mempercayai seseorang, baik kata maupun tindakannya. Selain itu, dalam lingkup yang lebih luas sering muncul situasi di mana kita sulit untuk percaya terhadap sesuatu atau seseorang jika tidak ada bukti nyata. Hal ini mau menunjukkan bahwa orang enggan mempercayai janji-janji semata. Orang membutuhkan pula bukti atau tindakan nyata. Sebagai pengikut Kristus, mungkin kita juga merupakan salah seorang yang termasuk bimbang seperti umat di Korintus atau Rasul Filipus yang membutuhkan bukti.

Oleh karena itu terkadang kita membutuhkan teguran dari Tuhan. Tuhan ingin menegur kita atau menegaskan kembali apa yang sepantasnya kita lakukan. Maka bersama Rasul Filipus dan Yakobus, yang pestanya kita rayakan hari ini, mari kita meneguhkan kembali iman kepercayaan kita kepada-Nya. Apa yang harus kita buat?  Andalkan Tuhan senantiasa dengan tiada henti merenungkan Firman dan kebenaran-Nya dalam kehidupan kita setiap hari.

(Fr. Rewilianus Paisu)

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, teguhkanlah imanku untuk selalu percaya pada Sabda-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini