“Undangan Keselamatan”: Renungan, Selasa, 5 November 2019

0
2301

Hari Biasa (H)

Rm. 12:5-16a; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 14:15-24

Sahabat yang terkasih, menghadiri undangan pesta merupakan bentuk kehormatan kepada tuan pesta. Karena itu, walaupun memiliki kesibukan tersendiri, orang berusaha menghadiri suatu undangan pesta. Namun ada juga yang mengemukakan berbagai alasan atau berdalih untuk tidak menghadiri undangan pesta. Bahkan ada yang berbohong atau memberikan alasan palsu untuk tidak menghadiri undangan pesta. Padahal, maksud dari tuan pesta mengundang para undangannya adalah untuk membagi kebahagiaan mereka.

Bacaan hari ini menceritakan bagaimana seorang yang hendak mengadakan pesta dan mengundang banyak orang. Segala sesuatu telah disiapkan oleh tuan pesta, akan tetapi orang banyak yang diundang berdalih agar tidak menghadiri perjamuan. Karena kepentingan mereka sendiri maka mereka tidak hadir dalam perjamuan. Karena alasan itu jugalah sehingga tuan pesta meminta hambanya untuk memanggil mereka yang miskin, cacat, buta, dan lumpuh.

Segala sesuatu telah tersedia tetapi banyak yang diundang berdalih dan tidak hadir. Kesibukan dan kesenangan masing-masinglah yang membuat banyak orang menolak untuk hadir dalam perjamuan. Orang-orang yang miskin, cacat, buta, dan lumpuhlah yang akhirnya boleh hadir dalam perjamuan. Mereka bersedia menanggapi undangan pesta karena kelemahan dan kekurangan mereka. Mereka layak mendapatkan kebahagiaan tuan  pesta. Sedangkan orang-orang yang menolak undangan pesta adalah orang-orang yang tidak mendapatkan kebahagiaan tuan pesta. Mereka merasa telah memiliki kebahagiaannya sendiri. Mereka yang miskin, cacat, buta, dan lumpuh adalah orang-orang yang rendah hati sedangkan mereka yang berdalih adalah orang-orang yang sombong.

Tuhan mengundang semua orang untuk hadir dalam perjamuan-Nya. Tetapi banyak yang berdalih atau menolak undangan itu karena kepentingan dan kesenangan pribadi. Kesombongan dan egois adalah tanda orang menolak undangan Tuhan. Yang sombong dan egois tidak layak menerima kebahagiaan dari Tuhan. Yang sombong dan egois tidak layak masuk dalam Kerajaan Allah. Sebaliknya, yang rendah hati adalah mereka yang menerima undangan Tuhan. Mereka layak menerima kebahagiaan Tuhan. Mereka layak masuk dalam Kerajaan Allah.

Lewat bacaan Injil hari ini, Tuhan mau mengajak kita semua untuk meninggalkan sikap egois yang seringkali membuat orang menolak undangan Tuhan. Tuhan mengajak kita semua agar dengan rendah hati mau menerima undangan kebaikan dan keselamatanNya. Undangan Tuhan adalah tawaran keselamatan. Yang menerima tawaran itu pasti berbahagia.

(Fr. Valentino Pandelaki)

“Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” (Why. 19:9).

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga kami dapat menerima undangan-Mu dan menghadiri perjamuan kudus-Mu di surga. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini