Hari Minggu Biasa XXXI (H)
Keb. 11:22-12-2; Mzm.145:1-2,8-9,10-11,13cd-14; 2Tes.1:11-2:2; Luk. 19:1-10.
Ada istilah, “zaman berubah dan kita pun ikut berubah di dalamnya.” Hal demikian tentu saja memberi gambaran akan perubahan zaman yang terus dialami oleh manusia, di samping perubahan-perubahan yang terjadi pada manusia itu sendiri. Seperti misalnya rambut manusia yang akan mulai memutih seiring berjalan waktu hidupnya, kulit mulai keriput, badan tampak membungkuk, dan sebagainya. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup membawa pengaruh pada cara berpikir dan bertindak manusia. Misalnya, semakin banyak pengalaman seseorang, maka akan semakin dewasa dan bijak ia menjalani kehidupannya.
Namun, di samping perubahan-perubahan yang dialami manusia di dunia, ajaran iman Kristiani yang diwariskan oleh para Rasul Kristus, tetaplah sama. Seluruhnya mengarahkan manusia pada Allah yang menghendaki keselamatan melalui Kristus Tuhan.
Bacaan Kitab Suci hari ini berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah yang sering kali dijauhkan akibat perbuatan dosa manusia. Dalam Injil, Zakheus dikisahkan sebagai seorang kepala pemungut cukai dan seorang yang kaya. Dalam hal itu, Zakheus termasuk dalam jajaran orang berdosa karena pekerjaan sebagai pemungut cukai dilakukan untuk pemerintah penjajah pada masa itu, dan seringkali pula dibarengi dengan kegiatan memeras rakyat untuk menguntungkan diri sendiri. Meskipun demikian, kerinduan untuk melihat Tuhan menjadi nyata dalam rumahnya. Kehadiran Tuhan mendatangkan keselamatan bagi Zakheus sebagai salah satu dari anak-anak Abraham. Zakheus mengalami pertobatan. “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat”, ungkapnya.
Kristus yang mau memandang Zakheus si pendosa, yang bahkan mau menumpang di rumahnya, memberikan gambaran kepada kita akan Allah yang penuh kasih dan menghendaki keselamatan kepada setiap orang. Sementara Zakheus yang berada pada posisi sebagai seorang pendosa yang mau bertobat dan ingin melakukan tindakan nyata sebagai ungkapan pertobatannya memberikan gambaran mengenai kesadaran manusia akan keterbatasan dan kekurangannya, dan mau menghadap Allah untuk mengalami pertobatan. Di zaman yang disebut millennial ini, kita hidup dan mungkin saja melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjauhkan kita dengan Allah. Allah tetaplah Allah yang penuh kasih dan kerahiman. Jika kita telah berdosa, maukah kita menjadi Zakheus di zaman sekarang ini?
(Fr. Dkn. Ryan Koresh)
“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10).
Marilah berdoa:
Ya Allah, ampunilah aku orang berdosa ini. Amin











