“Pintu Keselamatan”: Renungan, Rabu 30 Oktober 2019

0
3471

Hari Biasa (H)

Rm. 8:26-30: Mzm. 13:4-5,6. Luk. 13:22-30

Kita mungkin tidak asing lagi dengan lagu dari Pambers yang berjudul “Terlambat Sudah”. Beberapa kalimat dalam lirik lagu ini yang boleh kita renungkan sehubungan dengan bacaan pada hari ini yang berbunyi, “terlambat sudah kau datang padaku… kini hatiku tertutup untukmu. Kala itu cintaku sedang tumbuh, kau biarkan menjadi layu….kini kau datang lagi padaku…terlambat sudah”.

Lagu ini mengungkapkan isi hati dari seseorang yang ditinggalkan kekasihnya tanpa pesan. Cinta yang diberikan dengan tulus dibalas dengan pengkhianatan. Ketika ia mendapat pengganti yang mau menerimanya apa adanya, sang mantan ingin kembali. Tetapi sudah terlambat.

Injil hari ini mengisahkan jawaban Yesus atas pertanyaan seseorang yang berkata, “Tuhan, sedikit sajakan orang yang diselamatkan?” Orang yang bertanya ini mungkin seorang Farisi atau orang Saduki. Kelompok-kelompok ini selalu merasa bahwa kelompok merekalah yang benar dan pasti mendapat keselamatan. Sehingga mereka bertanya, “Sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”. Yesus tidak serta merta menjawab pertanyaan itu.

Yesus  mengarahkan kembali pertanyaan itu ke pribadi orang itu, yaitu bagaimana “saya” harus diselamatkan. Yesus mengajarkan supaya tidak menujuk pada orang lain, tetapi pada diri sendiri. Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu, untuk masuk dalam keselamatan.

Bacaan pertama pada hari ini berbicara tentang Roh yang selalu membantu kita. Roh yang membisikan bahasa cinta ke dalam hati kita. Roh yang membantu kita berjuang dalam hidup sehari-hari. Roh yang selalu membangkitkan semangat kita, bila kita putus asa ketika berjalan melalui pintu yang sempit itu. Pintu yang sempit itu melambangkan perjuangan hidup memikul salib bersama Kristus. Lawan dari pintu yang sempit adalan pintu yang lebar. Itulah jalan hidup yang penuh dengan kesenangan duniawi dan hawa nafsu.

Ketika kita akhirnya dengan pertolongan Roh Kudus dapat melewati pintu yang sempit itu, Bapa akhirnya menerima kita dalam Kerajaan Surga-Nya. Surga, tujuan akhir dan kebagiaan tertinggi manusia. Jika memilih jalan yang lebar, orang akan dihantar menuju ke neraka. Maka bila kita masih di jalan yang salah, bertobatlah selagi masih sempat sebelum terlambat. Berjuanglah melalui pintu yang sempit itu!  

(Fr. Ignatius Kisa)

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu. Sebab Aku berkata kepadamu: banyak orang yang berusaha untuk masuk, tetapi tak dapat” (Luk. 13:24).

Marilah berdoa:

Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu untuk menuntun aku di jalan yang sempit itu, yaitu jalan menuju keselamatan yang kekal. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini