Pesta S. Simon dan Yudas, Rasul (M)
Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 6:12-19
Sifat manusia yang mudah jatuh ke dalam dosa menunjukkan betapa lemahnya sifat manusiawi itu. Bahkan tak jarang pula perbuatan dosa tersebut tidak disadari dan memicu penyesalan dalam diri. Namun penting juga untuk disadari bahwa kelemahan manusia tersebut juga menjadi bukti bahwa manusia sementara hidup di dalam dunia. Terikat pada hal duniawi dan butuh untuk diselamatkan oleh Sang Pencipta, sumber keselamatan ilahi. Keselamatan itulah yang dapat ditemukan manusia dan terdapat dalam pribadi Kristus.
Dalam Injil dikisahkan dengan baik tentang Yesus Kristus yang memilih dua belas rasul-Nya. Namun sebelum itu Ia bahkan terlebih dahulu berdoa kepada Allah semalam-malaman di sebuah bukit. Begitu menarik bahwa Tuhan sendirilah yang terlebih dahulu berinisiatif untuk memanggil murid-murid. Hal itu menunjukkan belas kasih Tuhan yang begitu besar kepada manusia. Keselamatan tersebut bahkan juga nampak dalam para rasul-Nya. Manusia hanya tinggal menerima apa yang diberikan oleh Tuhan dan hidup bersatu dengan-Nya. Di sinilah peran dari iman akan Kristus dibutuhkan, seperti tertulis dalam Injil bahwa ‘mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan’.
Saudara-saudari yang terkasih, sebagai manusia yang lemah dan rentan jatuh dalam cobaan dosa, kita perlu untuk menyadari betapa pentingnya menerima kehadiran Kristus dan mengikuti segala perintah-Nya. Dosa tidak dapat membatasi kasih Kristus yang diberikan bagi kita. Namun, dosa dapat menutup mata hati kita untuk melihat pemberian Tuhan tersebut.
Melawan kuasa dosa tersebut, Kristus mengajarkan manusia akan betapa pentingnya untuk selalu berdoa kepada Allah. Berdoa dapat membuat mata hati kita terbuka untuk dapat melihat pemberian Tuhan dan meneguhkan iman kita akan Kristus. Sebab, seperti tertulis dalam bacaan pertama, bahwa Kristus Yesus ialah batu penjuru dan di atas Dia kita menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Semangat dari dasar iman akan Yesus Kristus tersebut ditunjukkan pula oleh para rasul yaitu Simon dan Yudas yang diperingati oleh Gereja Katolik pada hari ini.
Menghadapi penderitaan dan menjadi seorang martir bukanlah suatu yang harus dihindari bagi mereka melainkan suatu semangat bahwa kematian melalui penderitaan yang mereka hadapi merupakan suatu pemberian dari Tuhan akan jalan keselamatan pada kehidupan yang kekal. Demikanlah bahwa kehadiran Kristus yang menjadi manusia dan pula semangat para rasul dan martir yang juga merupakan manusia memberi teladan yang nyata bagi kita untuk tak pernah putus asa melawan godaan duniawi dan kelemahan manusiawi, sehingga tidak mudah jatuh dalam dosa dan berada pada keselamatan yang ditawarkan Tuhan bagi kita.
(Fr. Valentino Wullur)
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar …, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp. 2:12-13).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, teguhkanlah diriku agar selalu berjuang untuk melawan kejahatan dosa dan bukalah mataku agar aku dapat selalu menemukan jalan keselamatan-Mu ketika aku mulai tersesat, sehingga aku dapat bersatu dengan Engkau cahaya keselamatan dan kehidupan kekal. Amin











