“Duc In Altum”: Renungan, Kamis 5 September 2019

0
2748

Hari biasa (H)

Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11

Belajar dari pengalaman merupakan ungkapan yang sering diucapkan apabila orang mengalami suatu kegagalan. Pengalaman menjadi guru terbaik agar orang bisa belajar sesuatu dari kehidupan masa lalunya. Entah itu pengalaman yang membahagiakan atau pengalaman yang menyedihkan.

Dalam bacaan Injil hari ini Simon Petrus dan saudara-saudaranya mengalami suatu pengalaman yang membahagiakan. Mukjizat yang menakjubkan. Simon Petrus sebagai seorang nelayan prefesional tentu tahu betul kapan ia harus melaut. Ketika Yesus menyuruhnya “bertolaklah ke tempat yang dalam untuk menangkap ikan”, dia tidak tulus mengindahkan perintah tersebut. Ia lebih mengetahui kondisi dan waktu yang cocok untuk menangkap ikan. Sehingga jawaban Petrus hanya semacam menghargai perintah Yesus, “Guru telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau yang menyuruuhnya, aku akan menebarkan jala juga”.

Akan tetapi suasana hati Petrus menjadi  berubah ketika menyaksikan tangkapan ikan dalam jumlah yang sangat besar. Peristiwa ini mengejutkan Petrus dan saudara-saudaranya. Petrus awalnya merasa ragu-ragu, kurang percaya, namun akhirnya menjadi yakin karena menyaksikan peristiwa yang demikian. Bahkan ia tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tinggalkan aku Tuhan, karena aku ini seorang berdosa”. Hal inilah yang kemudian membuat Petrus bukan lagi sebagai penjala ikan melainkan sebagai penjala manusia. 

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengajak kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam. Petrus dilantik menjadi murid Yesus yang pertama karena keberaniannya untuk bertolak ke tempat yang dalam. Bertolak ke tempat yang dalam bagi para nelayan merupakan suatu usaha untuk memperoleh hasil yang lebih memuaskan. Dalam konteks kekristenan bertolak te tempat yang dalam berarti semakin memperdalam iman akan Yesus Kristus.

Untuk itu bukan karena melihat iman Petrus kita tergerak untuk bertolak melainkan karena mendengar perintah Yesus. Semoga dengan merefleksikan bacaan hari ini, semakin hari kita semakin menjadi murid Yesus yang sejati. Dengan demikian iman kita akan semakin bertumbuh dan menghasikan buah sama seperti nasehat Rasul Paulus dalam bacaan pertama, “Kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah”.

      (Fr. Ferdy Poida)

“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan” (Luk. 5:4).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, semoga kami semakin berani untuk mengikuti kehendak-Mu dalam kehidupan kami. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini