Pw S. Monika (P)
1 Tes. 2:1-8; Mzm. 139: 1-3, 4-6; Mat. 23:23-26.
Menarik apa yang dikisahkan oleh penginjil Matius tentang dialog Yesus dan ahli-ahli Taurat serta orang Farisi. Sebenarnya Yesus mau memberikan solusi bukan asal kritik. Kata Yesus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi: “Hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan.” Di sini Yesus mau menegaskan sisi terdalam dari segala tindakan persembahan dan perpuluhan yang dianggap lebih penting bila dibandingkan dengan hal lain. Yesus menginginkan agar supaya manusia hendaknya menyadari diri dan mau untuk mengutamakan keadilan, kasih, dan kesetiaan dalam hidup.
Adil dalam bertindak, mengasihi sesama dan setia kepada Kristus itulah yang hendak kita miliki sebagai anak-anak Allah, karena sifat yang sama juga dimiliki oleh Bapa di Surga. Sifat yang menjunjung tinggi keadilan dan diiringi dengan belas kasih, dan kesetiaan akan menciptakan hidup yang bermakna bukan saja bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dan sikap ini pun tidak membuat kita menjadi pribadi yang munafik.
Dalam realitas sekarang ini terkadang kita lebih mementingkan kebutuhan duniawi yang membuat kita terjerumus di dalamnya. Ada kritikan, saran dari sesama tekadang kita tidak hiraukan, tidak didengar bahkan melihat semua itu hanya sesuatu yang tidak berguna. Akibatnya kita lupa bahwa tugas kita sebagai murid Kristus adalah bertindak adil, tetap setia dan selalu mengasihi sesama manusia yang hadir dan tinggal bersama dengan kita.
Memang tidak mudah menjadi pribadi yang adil, setia dan mengasihi, karena tuntutan dari dunia dewasa ini seringkali menggoda kita sehingga kita pun terlarut dan bahkan menjadi orang yang egois dan bersikap munafik. Hari ini kita diingatkan oleh Yesus untuk melihat manakah nilai yang penting dalam hidup kita. Bersikap adil, setia dan mencintai sesama, itulah sikap yang harus kita punya dan menjadi pegangan dalam hidup. Hal ini pun telah ditunjukkan oleh Sta. Monika yang rela berkorban dan setia kepada Kristus sampai akhir hayatnya, karena cinta dan kasihnya yang besar kepada Kristus.
(Fr. Boby Balia)
“Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Mat. 23:23b).
Marilah berdoa:
Ya Bapa, berkatilah kami dan buatlah kami menjadi pribadi yang adil, setia dan mencintai sesama. Amin











