Hari biasa (H)
Bil. 11:4b-15; Mzm. 81: 12-13, 14-15, 16-17; Mat. 14: 13-21
Saudara terkasih, makanan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk keberlangsungan hidup. Apabila tidak terpenuhi kehidupan pasti terancam. Oleh sebab itu, segala daya upaya selalu manusia lakukan untuk memenuhi kebutuhan untuk makan. Segala sesuatu dilakukan agar kebutuhan ini terpenuhi, bahkan mungkin semua cara dihalalkan untuk mendapatkan makanan. Manusia merasa panik dan takut apabila kebutuhan ini tidak dipenuhi.
Hal yang sama juga dialami oleh orang-orang Israel, yang tidak percaya kepada Allah. Mereka bersungut-sungut karena takut tidak akan mendapatkan daging untuk memenuhi kebutuhan hidup. Orang-orang Israel cemas tubuh mereka akan menjadi kurus kering. Manna yang diberikan oleh Tuhan dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Peristiwa ini membuat Musa marah kepada Tuhan akibat tidak memperhatikan penderitaan bangsa yang dipercayakan kepadanya.
Ketakutan dan kecemasan juga dialami oleh para murid Yesus, ketika lima ribu orang mengikuti Yesus seharian penuh. Mereka cemas kalau-kalau orang banyak itu tidak makan, padahal hari mulai gelap dan posisi mereka jauh dari perkampungan. Maka murid-murid meminta Yesus untuk menyuruh mereka pulang. Namun bukan memerintahkan orang banyak itu pulang, Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan. Para murid menjadi heran dan bingung dari mana mereka akan memberi makan orang sebanyak itu, padahal yang ada pada mereka hanyalah lima roti dan dua ikan. Mungkin pertanyaan yang muncul dalam pikiran mereka: mana mungkin memberi makan lima ribu orang hanya dengan dengan lima roti dan dua ikan?
Secara manusiawi tindakan ini adalah kegilaan dan tidak masuk akal. Namun bagi Tuhan, hal tersebut tidak mustahil. Para murid tidak menyadari bahwa Yesus adalah Tuhan. Segala sesuatu dapat dikerjakan-Nya. Maka Yesus menyuruh mereka untuk membawa lima roti dan dua ikan tersebut. Kemudian Ia menengadah ke langit dan mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan membagikannya. Pada akhirnya orang banyak itu makan sepuasnya dan masih tersisa dua belas bakul banyaknya.
Saudara terkasih, Sabda Tuhan hari ini mau mengajak kita untuk tidak cemas dan takut akan segala kebutuhan hidup. Orang-orang yang menghadirkan Tuhan dalam kehidupannya selalu terjamin kehidupannya. Kita diajak untuk tidak menjadi seperti orang-orang Israel, Musa dan para murid yang tidak menyadari penyertaan dan kuasa Tuhan dalam kehidupan mereka.
(Fr. Damianus Batlayeri)
“…tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” (Mat. 14:16).
Marilah Berdoa:
Tuhan, bantulah kami untuk menyadari kehadiran-Mu. Amin











