Hari biasa (H)
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat 9:18-26
Dalam realitas kehidupan sekarang ini, seringkali kita mengalami pengalaman diteguhkan, dikuatkan bahkan dihibur ketika kita mengalami pelbagai macam persoalan dalam hidup. setiap mendapat persoalan yang menguncang kehidupan pribadi kita, kita selalu mencari orang lain yang sungguh-sungguh dipercaya mampu memberikan kelegaan, jalan keluar dalam mengatasi persoalan hidup yang kita hadapi. Baik dengan cara sharing ke sahabat maupun bimbingan rohani.
Hari ini Yesus mengerjakan suatu pekerjaan yang luar biasa, yakni memberikan penghiburan kepada seorang kepala rumah ibadat yang sedang mengalami duka karena kehilangan putrinya, yang telah meninggal. Selain itu Yesus juga menghibur hati seorang perempuan yang sudah 12 tahun mengalami pendarahan, dengan mengerjakan karya penyembuhan. Karya penyembuhan yang dikerjakan Yesus sesungguhnya berlandaskan pada iman yang teguh dari perempuan itu yang dikisahkan dalam ayat 21, “asal kujamah saja jumbai jubah-Nya, aku akan sembuh”. Dengan demikian imanlah yang menjadi peletak dasar dari karya penyembuhan dan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus.
Sapaan kasih itu juga dikisahkan dalam bacaan pertama. Allah bersabda kepada Yakub dalam mimpinya bahwa Allah akan memberikan tanah kepada keturunannya dan keturunannya akan diberkati dan menjadi seperti debu di tanah banyaknya dan Allah akan menyertai Yakub kemanapun ia pergi. Dan sapaan kasih Allah itu digenapi oleh pemazmur yang memuji dan memuliakan Allah karena Allah sungguh berbelas kasih kepada umat-Nya lewat sapaan kasih yang menyembuhkan dengan menyeruhkan Allahku, pada-Mu aku percaya.
Sapaan kasih Allah menjadi nyata dalam kehidupan setiap hari melalui Gereja-Nya. Gereja hadir sebagai penyalur rahmat Allah dan sekaligus sebagai sarana dalam memberikan sapaan-sapaan kasih melalui kabar sukacita yang diwartakan. Gereja juga hadir sebagai Kristus yang hidup di tengah-tengah kehidupan kita umat manusia. Sapaan kasih Allah itu akan tetap hidup dan menjadi hiburan bagi kita dalam memberikan harapan baru bagi kehidupan kita. Sapaan kasih dari Allah hendaknya menjadi penyejuk dan penyemangat bagi kita dalam menjalani hidup dan kehidupan kita, teristimewa dalam menghadapi segala persoalan yang terjadi dalam kehidupan kita.
(Fr Bryan Isidorus Resubun)
“Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh” (Mat. 9:21).
Marilah berdoa:
Tuhan, mampukanlah hamba-Mu untuk selalu percaya akan penyelenggaraan-Mu yang selalu nyata dalam kehidupanku setiap hari. Amin











